SUKABUMI, KOMPAS.com - Para peternak dan keluarganya yang pernah diambil darah pada Januari 2007 untuk penelitian virus flu burung merasa ditelantarkan oleh pemerintah daerah dan legislatif. Pasalnya, hingga kini tidak ada respons terhadap keluhan 300 peternak dan keluarganya.
Ketua Kelompok Peternak Rakyat Ayam Kampung Sukabumi, Ade M Zulkarnain, Selasa (27/10) mengatakan hingga kini keberadaan sampel darah mereka tidak jelas. "Pemerintah daerah dan legislatifnya tidak memberikan respon atas keluhan kami padahal ini menyangkut darah banyak orang," kata Ade.
Ade juga menyatakan, penelitian mengenai flu burung dengan menggunakan sampel darah para peternak itu tak jelas penggunaannya. "Awalnya, hasil penelitian akan diberikan setelah tiga bulan, tetapi baru 18 bulan kemudian setelah kami berencana menggugat Menteri Kesehatan," kata Ade.
Para peternak rencananya akan melakukan dengar pendapat di Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta. Dengar pendapat akan menghadirkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih yang akan dimintai penjelasannya terkait penelitian dan penggunaan sampel darah peternak itu.
