Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:23 WIB
Loyalitas Menteri Bertahan Tiga Tahun
Rosdianah Dewi | made | Selasa, 27 Oktober 2009 | 17:28 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Boediono mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Loyalitas para menteri di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II yang berasal dari partai politik kepada negara diperkirakan hanya bertahan selama tiga tahun. Pada 22 Oktober 2012, loyalitas para menteri akan kembali kepada partai masing-masing. "Kalau sekarang masih loyal penuh.Tetapi tiga tahun ke depan, Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tidak maju lagi, jadi menteri tidak loyal lagi. Kontrol Pak SBY akan efektif hanya tiga tahun ke depan," ujar Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Sukardi Rinakit, di Jakarta, Selasa (27/10).

Sukardi mengatakan, pada 2012, para menteri yang berasal dari partai politik mulai disibukkan dengan kegiatan persiapan Pemilu 2014. "Jadi loyalitas menteri mulai dipertanyakan pada tiga tahun itu," kata dia.

Menurut Sukardi, pakta tanda integritas untuk loyal kepada negara yang ditandatangani para menteri sebelum menjabat tidak akan banyak membantu. Sewaktu melakukan kunjungan ke daerah, para menteri tetap akan "mengibarkan bendera" partai masing-masing dan menyisipkan kampanye-kampanye.

Sukardi melanjutkan, pada dasarnya presiden telah menyadari hal tersebut. Para menteri yang berasal dari Partai Demokrat juga akan melakukan hal yang sama. "Dalam tiga tahun itu Partai Demokrat akan menyiapkan infrastruktur, kaderisasi, dan segala macam," tambahnya.