JAKARTA,KOMPAS.com - Kabinet Indonesia Bersatu II yang baru saja dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rupanya masih menuai kritikan tajam. Kritikan tersebut terutama pilihan-pilihan menteri pada pos-pos di bidang ekonomi yang disinyalir masih terkait erat dengan agenda-agenda neoliberal.
Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menilai, Kabinet Indonesia Bersatu II yang telah resmi dilantik masih akan tetap menjadi agen neoliberal dalam kebijakan-kebijakannya dalam waktu-waktu mendatang.
"Dari pilihan orang-orang yang akan duduk di perekonomian, saya menduga ada agenda liberalisasi dan mekanisme pasar yang belum tuntas, dan harus tuntas di era 2009-2014 ," kata Ichsanuddin, Kamis ( 22/10 ), di Jakarta.
Masih adanya agenda neoliberal tersebut, kata Ichsanuddin, sudah terlihat dari beberapa kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan masih tetap tidak pro rakyat. Ia mencontohkan sejumlah kebijakan tersebut antara lain, kenaikan tarif elpiji 12 kg yang akan terjadi pada 2010 , rencana kenaikan tarif premium, dan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL). "Bahkan tarif tol yang sudah lebih dulu naik," kata dia.
Menurutnya, kepemimpinan nasional pada 2009-2014 ini masih belum memenuhi kriteria melindungi masyarakat kecil dan lemah. "Di atas kertas masalah kemiskinan dan pengangguran mungkin bisa teratasi. Tapi tidak akan teratasi secara esensial," tukasnya.
