JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas menyatakan kesiapan lembaga yang dipimpinnya untuk menghelat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014 pada hari Selasa besok.
"Sudah siap semuanya. Geladi resik sudah dilakukan selama tiga kali," kata Taufiq, sebelum memimpin Sidang Paripurna MPR, Senin (19/10) di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta.
Berapa biaya yang dihabiskan untuk acara akbar ini? "Saya tidak tahu. Tanya Sekjen (MPR)," ujar pria yang akrab disapa TK ini sambil berlalu.
Sekjen MPR Rohimullah, yang berjalan di samping TK, mengatakan, biaya yang dihabiskan untuk persiapan dan pelantikan Presiden-Wakil Presiden sebesar Rp 341 juta. "Biayanya Rp 341 juta," kata Rohimullah singkat.
Menurut dia, segala persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Dalam acara lima tahunan itu, MPR mengundang seluruh mantan presiden, menteri-menteri, para pimpinan lembaga negara, mantan Ketua MPR dan DPR, dan tamu negara seperti duta besar negara-negara sahabat.
Untuk mengamankan jalannya pelantikan, menurut Rohimullah, Polri telah menyiagakan 2.000 personel polisi di kompleks dalam gedung. Sementara di luar gedung, sebanyak 18.000 aparat akan mengamankan segala penjuru Ibu Kota.
"Mengenai teknis pengamanan termasuk bagaimana sensor terhadap orang-orang yang masuk ke gedung Dewan, semuanya polisi yang lebih tahu," ujar dia.
Yang pasti, menurut Rohimullah, pengamanan dan screening akan dilakukan lebih ketat daripada biasanya.
