Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 06:13 WIB
SBY Isyaratkan Posisi Menteri Masih Bisa Berubah
Abdi Susanto | Abd | Minggu, 18 Oktober 2009 | 17:18 WIB
|
Share:

BOGOR, KOMPAS.com - Presiden RI terpilih Susilo Bambang Yudhoyono memberikan isyarat bahwa sejumlah calon menteri yang dipanggilnya masih bisa saja berubah posisinya.

"Ini kan uji seleksi, kita lihat masih ada besok, tanggal 20 dan 21. Jadi masih ada tiga hari," kata Yudhoyono saat ditanya mengenai kepastian para calon menteri yang dipanggil akan masuk dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.

Presiden menyampaikan hal itu saat menghampiri wartawan di saat jeda wawancara calon menteri di kediaman pribadi Yudhoyono di Cikeas, Bogor Minggu sore.

Menurutnya, proses wawancara para calon menteri yang berjumlah 34 orang, belum akan selesai pada Minggu ini, meski sudah dimulai sejak Sabtu (17/10) kemarin.

"Besok masih ada gelombang terakhir," kata Yudhoyono. Namun, ia memastikan bahwa calon yang dipanggil adalah calon menteri, serta pejabat-pejabat utama menteri seperti Kepala BKPM.

Yudhoyono juga mengatakan bahwa dari wawancara sejak Sabtu kemarin, hasilnya cukup menggembirakan sesuai keinginannya. "Hasil wawancara boleh dikatakan ’meet the standard’. Tetapi ini belum rampung dan akan jalan terus," katanya.
     
Pada Sabtu kemarin sudah dipanggil 16 orang, sementara pada Minggu ini sudah 14 orang dipanggil yaitu Menteri PU Djoko Kirmanto.
     
Kemudian Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Ekonomi Darwin Zahedy Saleh, Ketua Kadin Indonesia MS Hidayat, Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat Gusti Muhammad Hatta, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PKS Suharna Surapranata dan Ketua Kowani Linda Agum Gumelar.

Beberapa calon lain juga sudah menjalani uji kelayakan seperti politisi PAN Patrialis Akbar, Dokter Nila Djuwita Moeloek, Komisaris Pertamina Gita Wirjawan.

Selanjutnya Sekjen PAN Zulkifli Hasan dan Wakil Sekjen PKB Helmy Faisal Zaini, Dirut Bulog Mustofa Abubakar, politisi PPP Soharso Monoarfa, dan politisi Partai Demokrat EE Mangindaan.

Sumber :
ANT