Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 02:06 WIB
UIN Belum Bisa Pastikan Sony Mahasiswanya
Rosdianah Dewi | msh | Senin, 12 Oktober 2009 | 20:39 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Aparat masih melakukan penyidikan lokasi penyergapan teroris di sebuah rumah di Jalan Semanggi II RT 2 RW 3, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/10). Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polri, namun dua tersangka teroris yakni Mohamad Syahrir dan Syaifudin Zuhri alias Ustadz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh diduga tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh aparat Densus 88 siang tadi.

TERKAIT:

TANGERANG, KOMPAS.com — Pihak Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah belum bisa memastikan apakah benar Sony yang disebut-sebut menyewa kamar kos untuk Syaifudin Zuhri dan M Syahrir, dua buronan kasus terorisme, sebagai mahasiswanya.

"Belum bisa dipastikan dia (Sony) adalah benar mahasiswa UIN," kata Kepala Biro Informasi dan Humas UIN Nurul Djamal, saat dihubungi, Senin (12/10). Ia dikonfirmasi berkait pernyataan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna yang menyebut Sony sebagai mahasiswa Fakultas MIPA UIN.

Menurut Nanan, Sony diminta seseorang bernama Fajar Firdaus untuk mencarikan kamar kos. Masih menurut Nanan, Sony juga tahu kalau kamar itu akan dipakai bersembunyi Syaifudin Zuhri. Bahkan, ia juga mengetahui ada tiga bom.

Sony yang sudah ditangkap saat menjadi relawan bagi korban gempa Sumatera Barat itu saat ini masih diperiksa polisi.

Menurut Djamal, untuk mengetahui benar tidaknya Sony sebagai mahasiswa UIN diperlukan nama lengkap Sony. Pasalnya, banyak mahasiswa UIN yang bernama Sony.

Berdasarkan data yang didapat dari fakultas sains dan teknologi, lanjutnya, ada dua mahasiswa yang bernama Sony. Yang pertama adalah Dimas Sony Dewantoro dan Sony Jayadi. "Dimas Sony rumahnya di daerah Bekasi, kalau Sony Jayadi saya kurang tahu," kata dia.

Selain itu, Djamal juga membantah keterangan mengenai fakultas yang diakui Sony. Pasalnya, di UIN tidak ada fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA). "Tidak ada fakultas MIPA, yang ada sains dan teknologi. Jurusan fisika pun termasuk pada fakultas sains dan teknologi," jelasnya.