KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Golkar Merapat ke Pemerintah
Laporan wartawan KOMPAS Suhartono
Minggu, 11 Oktober 2009 | 19:00 WIB
TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDA
Aburizal Bakrie, serta para pendukungnya merayakan dengan penuh suka cita setelah menang dalam penghitungan suara calon ketua umum DPP Partai Golkar di Munas VIII yang digelar di Hotel Labersa Pekanbaru, Kamis (8/10). Aburizal Bakrie secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2015.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memperkuat pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie, akan merapat ke pemerintah. Pemerintahan yang kuat dinilai akan mampu menyinambungkan pembangunan periode sebelumnya dengan lima tahun mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Fadel Muhammad kepada Kompas, Minggu (11/10) di Jakarta. "Jadi, saya tidak sependapat ada pihak-pihak yang menyatakan Partai Golkar harus menjadi oposisi. Katanya, kalau tidak menjadi oposisi, tidak ada keseimbangan dengan pemerintah. Ikut mengawasi pemerintah itu tidak berarti harus menjadi partai oposisi," tandas Fadel.

Menurut Fadel, yang dimaksud ikut mengawasi pemerintah adalah jika kebijakan yang dikeluarkan  pemerintah benar-benar tidak berpihak kepada rakyat. "Akan tetapi, kalau justru membela kepentingan rakyat, masa harus ditolak. Saya kira, pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan yang menyakiti rakyat," lanjut  Fadel. 

Dikatakan Fadel, pertemuan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jumat (9/10) lalu di kediaman pribadi Presiden Yudhoyono, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, di Puri Indah Cikeas, Bogor, Jawa Barat,  memberikan makna bahwa Partai Golkar akan merapat ke pemerintah.

Pengurus Golkar Bisa Diperbaiki

Sementara, terkait dengan penolakan sejumlah kader Partai Golkar terhadap anggota DPP Partai Golkar yang dinilai bermasalah hukum dan melanggar Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, Fadel mengatakan, pihaknya sebagai pimpinan sidang di Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 Partai Golkar sudah memutuskan bilamana susunan DPP Partai Golkar masih akan disempurnakan, disebutkan masih dimungkinkan hingga sebelum tanggal 20 Oktober mendatang.

"Itu sudah saya sampaikan kepada Pak Ical selaku ketua formatur saat penyusunan DPP Partai Golkar untuk disempurnakan lagi  bilamana memang ada yang dinilai kurang tepat," katanya.

Tentang Tim Verifikasi yang dibentuk mantan pengurus DPP Partai Golkar Zainal Bintang, yang mempersoalkan susunan DPP Partai Golkar, Fadel mempersilakan diperdebatkan dengan formatur untuk diperbaiki jika memang akan diperbaiki. "Asalkan sebelum perayaan ulang tahun Partai Golkar tanggal 20 Oktober mendatang. Sebab. Pengurus DPP Partai Golkar akan diumumkan," demikian Fadel.     

Editor: wsn Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.