Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:25 WIB
DPD Golkar DIY Kecewa Masuknya Rizal
I Made Asdhiana | made | Sabtu, 10 Oktober 2009 | 21:30 WIB
|
Share:

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Aburizal Bakrie bersama pendukungnya meluapkan kegembiraan setelah memastikan diri menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2009-2015 seusai unggul atas kandidat kuat, Surya Paloh, pada lanjutan Musyawarah Nasional VIII Partai Golkar di Pekanbaru, Riau, Kamis (8/10) dini hari. Aburizal Bakrie mendapat 296 suara, sedangkan Surya Paloh memperoleh 240 suara.

TERKAIT:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan kecewa dengan masuknya Rizal Mallarangeng dalam susunan pengurus DPP Partai Golkar. "Saya kecewa dengan hasil susunan pengurus yang dibentuk Ketua Umum DPP Partai Golkar terpilih Aburizal Bakrie karena Rizal dijadikan salah satu ketua," kata Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman di Yogyakarta, Sabtu (10/10).

Ia mengatakan orang yang awam politik pun mengetahui siapa sesungguhnya Rizal Mallarangeng. Mereka mengerti karakter dan perilaku politiknya selama ini. "Kenapa Rizal dijadikan Ketua Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan DPP Partai Golkar periode 2009-2015. Apalagi Rizal belum pernah berbuat sesuatu atau memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi Golkar," katanya.

Menurut dia Golkar DIY akan mengumpulkan seluruh pengurus partai untuk membahas masalah tersebut dan menentukan sikap. Sikap yang diambil adalah langkah yang terbaik bagi partai ini. "Saya tidak mau setelah masuknya Rizal akan menimbulkan masalah bagi partai, sehingga Golkar DIY akan menentukan sikap. Masuknya Rizal menunjukkan karakter partai tidak diperhatikan," katanya.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar DIY Deddy Suwadi Siregar mengatakan masuknya Rizal Mallarangeng menimbulkan keresahan di tingkat kader karena telah merusak sistem kaderisasi partai. "Masuknya Rizal dalam kepengurusan DPP Golkar telah mengecewakan pengurus dan kader partai di bawah. Kebijakan Aburizal Bakrie yang memasukkan Rizal sebagai pengurus itu menimbulkan ketidakpuasan kader," katanya.

Menurut Deddy, masuknya Rizal mengabaikan persyaratan partai yang menjadi unsur penting dalam pengabdian kader di Partai Golkar, yakni prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela. "Rizal tidak memiliki persyaratan itu sehingga tidak layak masuk di jajaran pengurus DPP Partai Golkar," katanya.

Sumber :
Antara