KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Selesai, Program 100 Hari Kabinet SBY-Boediono
Laporan wartawan KOMPAS Suhartono
Sabtu, 10 Oktober 2009 | 17:47 WIB
RUMGA KEPRESIDENAN/ABROR RIZKI
Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono pada acara berbuka puasa bersama pengurus Kadin di JCC, Kamis (10/9) sore.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Program 100 hari dan program 5 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden terpilih Boediono, telah diselesaikan. Presiden dibantu Wapres terpilih Boediono kini tengah menyiapkan pakta integritas dan pakta kinerja yang harus ditandatangani oleh para menterinya untuk menjalankan tugasnya lima tahun mendatang.

"Selain bisa memegang integritas para calon menteri, Presiden juga bisa mengukur kinerja setiap menteri dalam periode 100 hari maupun lima tahun," jelas Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa dan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, saat dihubungi Kompas, Sabtu (10/10) sore.

Dari informasi yang dikumpulkan Kompas, beberapa hari lalu, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang diperkirakan akan ditunjuk lagi untuk jabatan kedua kalinya oleh Presiden Yudhoyono, sudah dipanggil Wapres Terpilih Boediono ke kantor sementaranya di Gedung Bravo Media Center di Menteng, Jakarta. Sebelumnya tempat ini adalah kantor tim sukses capres Yudhoyono dan cawapres Boediono saat kampanye Pilpres 2009.

Salah satu menteri yang dipanggil di antaranya Menko Polkan Widodo AS. Mereka harus membuat target program 100 hari dan program 5 tahun bekerja, kata seorang pejabat tinggi.

Andi Mallarangeng yang dimintai konfirmasi soal itu, mengaku belum mendengar. "Akan tetapi, bahwa Pak Boediono diminta membantu Presiden Yudhoyono menyusun program 100 hari dan 5 tahun, iya benar," demikian Andi.

Editor: made Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.