JAKARTA, KOMPAS.com — Komposisi pengurus DPP Golkar yang dibentuk Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) bersama dewan formatur mendapatkan kritik. Dalam susunan pengurus yang dibacakan dua hari lalu, terlihat bahwa Ical tak mengakomodasi kader-kader Golkar yang "berbau" Jusuf Kalla, Surya Paloh atau yang selama ini tak berada di barisan pendukungnya. Padahal, seusai terpilih, Ical gembar-gembor akan mengakomodasi kader-kader potensial Golkar, dari mana pun kubunya.
Politisi Golkar, Ferry Mursyidan Baldan menilai cara "bumi hangus" yang dilakukan Ical akan menjadi bumerang bagi kepemimpinannya.
"Bang Ical akan menghadapi kesulitan karena dia melakukan 'bumi hangus'. Yang berbau JK atau yang lain dia singkirkan. Ini berbahaya bagi Golkar ke depannya. Karena, pendukung Bang Surya Paloh juga tidak sedikit," kata Ferry, pada diskusi "Golkar Kini dan Masa Depan", di Jakarta, Sabtu (10/10).
Pilihan Ical untuk memasukkan nama-nama baru yang selama ini tak pernah "berkeringat" di Golkar juga menjadi catatan. Ferry mengingatkan, dua persoalan besar Golkar yang harus ditegaskan Ical adalah bagaimana target Golkar pada Pemilu 2014 mendatang.
"Sedini mungkin, Bang Ical harus merumuskan atau memutuskan apakah Golkar akan maju dengan capres sendiri. Hal ini penting agar tidak ke sana ke sini. Selain itu, seluruh pengurus harian juga harus diminta bekerja secara penuh untuk mengurus partai," ujar mantan anggota DPR 2004-2009 ini.
Politisi muda Golkar lainnya, Poempida Hidayatullah, juga melayangkan kritik atas pilihan Ical untuk menempatkan sejumlah orang yang terbelit kasus hukum. Menurut dia, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi Golkar, jika ke depannya orang tersebut dituntut secara hukum.
"Apakah Bang Ical paham konstelasi? Orang-orang yang sedang mempunyai kasus dimasukkan sebagau pengurus. Saya takut ini menjadi bumerang untuk partai," kata juru bicara Tim Sukses Surya Paloh ini.

