JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua MPR yang juga menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperppu) PDI Perjuangan Taufik Kiemas kembali menegaskan, partainya tidak akan meminta jatah kursi di kabinet. Kepada para wartawan, Jumat (9/10) di Gedung DPR, Taufik mengatakan, dalam lima tahun ke depan, PDI-P akan tetap melakukan check and balances terhadap kinerja pemerintahan.
"Aturannya, check and balances. Oposisi enggak ada juga aturannya. Ketika dulu kita oposisi, enggak oposisi juga ya. Kalau check and balances kan semua anggota DPR harus sebagai wakil rakyat," ujarnya.
Taufiik kemudian tertawa lepas saat ditanya putrinya, Puan Maharani, yang kemungkinan masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan SBY-Boediono. "Wah, kalau itu enggak tahu, ha-ha-ha.... Tanya presidennya lah kalau soal itu. Kita lihat saja dulu," elak Taufik.
Sambil mengumbar senyum, Taufik menyatakan, PDI-P belum mendapat tawaran untuk posisi kabinet. "Belum ditawarin, kan, ha-ha-ha. Kalau dikasih mau, ditawarin belum. Minta juga enggak," tegas Taufik.
Ketika ditanya lagi, bila benar PDI-P diberi jatah kabinet, suami Megawati Soekarnoputri ini membantah bila itu bagian dari jalinan koalisi.
Sambil bergurau, Taufik kemudian balik bertanya dengan meminta bukti kepada para wartawan bila memang sudah ada tawaran soal posisi di kabinet.

