PEKANBARU, KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla mengakui Partai Golkar tidak terbiasa berada di luar pemerintahan.
"Akan tetapi, Partai Golkar juga tidak lebih terbiasa lagi meminta-meminta kekuasaan kepada pemerintahan," ujar Kalla saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VIII Partai Golkar di Pekanbaru, Riau, Senin (5/10) malam.
Untuk itu, Kalla juga meminta para kandidat dan peserta munas tidak memperdagangkan politik. "Politik itu profesi yang mulia. Begitu juga pedagang. Yang tidak mulia adalah jika memperdagangkan politik," jelas Kalla untuk mengenyahkan kentalnya politik uang dalam pemilihan calon Ketua Umum Partai Golkar.
Acara pembukaan Munas Partai Golkar dihadiri seluruh pengurus DPP Partai Golkar yang berjumlah 92 orang beserta lebih dari 2.000 orang peserta dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I dan DPD Tingkat II Partai Golkar serta perwakilan 10 organisasi massa (ormas) pendiri dan ormas yang didirikan, dan organisasi sayap Partai Golkar.

