PEKANBARU, KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla menyatakan partai politik hanya memiliki dua pilihan. Pertama, ikut dalam pemerintahan, atau kedua menjadi pengawas pemerintahan.
Apabila tidak ikut dalam pemerintahan, maka Partai Golkar harus mengawasi jalannya pemerintahan. Mengawasi pemerintah merupakan sesuatu yang mulia bagi partai politik, pemerintah sendiri, terlebih-lebih juga bagi masyarakat dan bangsa. Itulah yang harus direnungkan dan dipikirkan jajaran Partai Golkar mendatang.
Hal itu disampaikan Kalla saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 Partai Golkar di Pekanbaru, Riau, Senin (5/10) malam.
Pemukulan alat musik tradisional masyarakat Riau yang disebut "Kompang" atau Rebana menandai dimulainya munas yang rencananya berlangsung empat hari hingga Kamis (8/10) tengah malam.
"Pilihan parpol itu hanya ada dua. Tidak ada pilihan ketiga, kecuali untuk ikut pemerintah atau mengawasi pemerintah. Oleh karena itu, jika kita (Partai Golkar) tidak ikut masuk dalam pemerintahan, maka kita harus mengontrol pemerintah," tandas Kalla.
Saat ditanya seusai acara pembukaan, apakah itu artinya Partai Golkar di masa datang harus menjadi partai oposisi terhadap pemerintahan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono, Kalla tidak menjawab lugas. "Karena, Partai Golkar kalah, kan, pilihannya hanya mengawasi jalannya pemerintah," tambahnya.
Dipertegas lagi, apakah itu artinya akan mendukung calon Ketua Umum Partai Golkar Surya Paloh yang akan mengkritisi pemerintah, Kalla hanya tersenyum dan tidak menjawab.
Sementara, calon Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie ketika ditanya pers bahwa pernyataan Kalla bukan ditujukan kepadanya, akan tetapi mengisyaratkan dukungan kepada Surya Paloh, Aburizal hanya menjawab, "Pak Kalla tidak mengarah ke siapapun (kandidat)."
Acara pembukaan itu dihadiri seluruh pengurus DPP Partai Golkar yang berjumlah 92 orang beserta lebih dari 2000 orang peserta dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I dan DPD Tingkat II Partai Golkar serta perwakilan 10 organisasi massa (ormas) pendiri dan ormas yang didirikan, dan organisasi sayap Partai Golkar.
Tampak di antara peserta munas para tokoh dan sesepuh Partai Golkar di antaranya Soehardiman, Ny Sulasikin Moerpratomo, Oetojo Oesman, Akbar Tandjung dan Siswono Judohusodo. Termasuk empat calon Ketua Umum DPP Partai Golkar, Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dan Yuddy Chrisnandi.

