JAKARTA, KOMPAS.com — Dukungan Partai Demokrat atas pencalonan Taufik Kiemas sebagai Ketua MPR bukan tanpa sinyal. Pengamat politik UI, Arbi Sanit, melihat, "dipermulusnya" jalan Taufik oleh Demokrat menjadi pertanda kuat keduanya akan berkoalisi.
Arbi mengatakan, apa yang dipertontonkan para elite partai menunjukkan bahwa politik sangat kompromistis. "Sehingga demokrasi berbelok arah, dari kepentingan rakyat menjadi kepentingan elite. Di antara elite ada hubungan konspiratif demi menjamin kepentingan mereka," ujar Arbi.
Dilihat dari sisi kepentingan, menurut dia, Taufik Kiemas dan SBY sama-sama memiliki kepentingan yang ingin "diselamatkan". PDI Perjuangan dipandang telah lelah menjadi oposisi. "Kelelahan PDI Perjuangan ini membawa keuntungan bagi SBY yang ingin menyelamatkan kepentingannya agar 5 tahun ke depan pemerintahannya tidak dihajar oleh PDI Perjuangan," kata Arbi.
Akan tetapi, kritik keras dilayangkan Arbi atas praktik politik para elite ini. Ia mengatakan, praktik politik saat ini juga menunjukkan adanya pemahaman yang keliru dari para elite tentang sistem politik demokrasi.
"Agar distem politik demokrasi itu maju dan berkembang maka harus diproses dengan persaingan yang sehat dan adil. Praktik seperti ini akan membawa keuntungan bagi publik, tidak hanya untuk para elite," ujarnya.

