JAKARTA, KOMPAS.com — Terpilihnya Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan Taufik Kiemas sebagai Ketua MPR dengan dukungan penuh Partai Demokrat menimbulkan berbagai spekulasi atas hubungan kedua partai ini ke depannya.
Suami Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu pun terlihat "mesra" dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pelantikan Ketua MPR malam tadi. Tak terlihat hubungan dingin antara kedua pihak selama 5 tahun terakhir.
Lalu bagaimana dengan Megawati? Mega selama ini dikenal sangat keras mempertahankan "sikap dingin"-nya terhadap SBY. Akankah kali ini ia mencair karena SBY telah memuluskan jalan suaminya?
"Ya jelas, dia sekarang akhirnya mengalah. Mungkin Megawati terancam ketakutan TK akan terganggu kesehatannya kalau keinginannya ditolak. Jadi dia (Mega) mengikut saja," kata pengamat politik UI, Arbi Sanit, kepada Kompas.com, Minggu (4/10).
Arbi mengingatkan, Taufik mengalami gangguan kesehatan hingga dirawat di rumah sakit ketika PDI Perjuangan memutuskan berkoalisi dengan Gerindra pada pemilihan presiden. Padahal, saat itu ia tengah menjalin dan membuka lini komunikasi dengan SBY dan Partai Demokrat.
"Mega kali ini tidak berpikir prinsip lagi, murni karena alasan pribadi. Tapi kepentingan pribadi ini merugikan kepentingan rakyat," ujarnya.

