SEMARANG, KOMPAS.com - Usai penetapan batik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda (intangible heritage) oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada Jumat (2/10), Indonesia makin memiliki peluang untuk melestarikan batik. Hal itu menjadi salah satu pesan yang ingin disampaikan pada sarasehan pelestarian budaya membatik berikut pameran batik serta peluncuran iklan terbaru Sido Muncul bertajuk "Jangan Lupakan Tradisi Membatik". Gelaran tersebut terlaksana pada hari sama dengan penetapan batik tersebut.
Seperti diketahui, batik Indonesia adalah batik yang dibuat dengan proses tradisional menggunakan sistem perintang warna dan malam panas. Batik Indonesia adalah batik tulis, batik cap, dan kombinasi tulis dan cap.
Pada sarasehan mengenai tradisi membatik tadi, tampil sebagai pembicara
adalah Widianti Widjaja, cucu Oey Soe Tjoen dari Pekalongan yang menciptakan batik tulis motif tradisional khas Pantai Utara sejak 1925 yang dikenal di kalangan papan atas, Larasati Suliantoro Sulaiman, Ketua Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad, Yogyakarta, perancang busana Josephine Warratie Komara (Obin), Krisnina Maharani Tandjung, Ketua Umum Yayasan Warna Warni Indonesia, yang merupakan pemakarsa dan penggiat kampung batik Laweyan, Solo, sebagai sentra industri rakyat dan obyek pariwisata Internasional, dan Irwan Hidayat Direktur Utama Sido Muncul. Moderator acara ini adalah pakar komunikasi Effendi Ghazali.
Sementara itu, seperti dikatakan Ketua Paguyuban Bokor Kencono Dyah Wijaya Dewi, dalam kesempatan tersebut, pameran batik yang berjudul "Indonesia Dulu dan Kini" diselenggarakan selama empat hari sejak hari ini. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Candi Baru, Semarang, ini didukung pula oleh Harian Suara Merdeka.
Selanjutnya, masih dalam kesempatan sama Sido Muncul memberikan penghargaan kepada mereka yang berdedikasi pada budaya membatik antara lain Ibu Amad Samawi, seorang pembatik dari Desa Kedung Duweng, Imogiri, Yogyakarta. Ibu Amad Samawi adalah spesialis pembatik motif kawung.
Lalu, pembina Kampung Batik Kauman Solo Gunawan Setiawan, Panembahan Hardjonagoro (Go Tik Swan), dan pembatik asal Pekalongan yang telah mengabadikan hidupnya untuk membatik yakni Ibu Manis juga memperoleh penghargaan di samping Obin, Widianti Widjaja, Larasati Suliantoro Sulaiman, dan Krisnina Maharani Tandjung.
Iklan versi Batik Indonesia yang diluncurkan kali ini merupakan hasil gabungan produk Kuku Bima Energi, Tolak Angin, dan Jamu Komplit. Tampil dalam tayangan tersebut adalah artis Rieke Dyah Pitaloka, Donny Kesuma, dan Lula Kamal.

