Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:40 WIB
Masyarakat Yogyakarta Ramai-ramai Pakai Batik
Erwin Edhi Prasetyo | Jumat, 2 Oktober 2009 | 14:09 WIB
|
Share:

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Duta Wisata Kota Semarang memperagakan pakaian batik di Simpang Tugu Muda, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/10). Selain peragaan busana, duta wisata yang dikenal dengan Denok Kenang Kota Semarang tersebut membagikan brosur berisi ajakan kepada masyarakat untuk mengenakan batik pada Jumat (2/10) menandai diresmikannya batik sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh UNESCO.

TERKAIT:

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com-Menyambut ditetapkanya batik oleh United Nation Education Scientifis and Cultural Organization atau Badan PBB yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya, sebagai world heritage masyarakat Yogyakarta beramai-ramai mengenakan pakaian batik, Jumat (2/10). Di sekolah-sekolah, perkantoran, dan tempat-tempat umum, pelajar dan masyarakat umum terlihat mengenakan baju batik.

"Ini untuk penghormatan kepada batik, warisan leluhur yang diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO," ungkap Wuri (25) karyawati swasta, warga Kulon Progo, DI Yogyakarta. Ia mengenakan atasan batik motif gaya klasik Yogyakarta dengan dipadukan dengan celana panjang hitam.

Ia mengaku, sudah sejak lama suka batik sehingga tidak pada tanggal 2 Oktober saja memakai batik. Ia bersyukur batik resmi diakui sebagai milik Indonesia, tidak keduluan diklaim oleh Malaysia. "Saya punya batik cap. Pengennya beli batik tulis tetapi kan masih relatif mahal," katanya.

Sementara itu, di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY para pegawai negeri sipil juga mengenakan pakaian batik. Akan tetapi, ini tidak secara khusus memakai batik guna menyambut ditetapkanya batik sebagai world heritage, namun karena memang sudah ada kewajiban bagi PNS pemprov DIY bahwa setiap hari Jumat dan Sabtu mengenakan pakaian batik.

Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X sudah mengeluarkan surat edaran sejak tanggal 31 Juli tahun 2007 tentang penggunaan pakaian dinas harian yang isinya mewajibkan pegawai Pemprov setiap hari Jumat dan Sabtu memakai batik. Ini wujud komitmen Pemprov melestarikan batik. "Komitmen kita sudah sejak lama, " kata kepala Bidang Hubungan Masyarakat Pemprov DIY Biwara Yuswantara.