BATAM, KOMPAS.com-Pemerintah Singapura menyediakan bantuan darurat senilai 50.000 dollar AS, termasuk pengadaan tempat penampungan sementara, selimut dan obat-obatan untuk Indonesia dalam menangani korban gempa Sumatra Barat.
Selain itu, kata ChannelNews Asia, Jumat, 42 orang yang tergabung dalam Operation Lion Heart Team dari Angkatan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) dalam keadaan siap diberangkatkan ke Padang untuk melaksanakan misi pencarian dan pertolongan para korban.
Tim SCDF akan menggunakan anjing pelacak, dan peralatan penyelamatan seperti teropong serat optik, sistem detektor hidup, serta hidrolik pemotong.
Kementerian Luar Negeri Singapura menyebutkan, keberangkatan tim tertunda sebab menjelang bertolak, mendapat pemberitahuan bahwa pihak berwenang Indonesia belum siap menerima bantuan asing.
Terkait dengan bencana gempa di Sumbar pada Rabu petang yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, Presiden Singapura SR Nathan dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong telah menulis surat kepada Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyampaikan simpati mereka kepada para korban.
Kedua pemimpin negara sahabat itu mengatakan Singapura siap mengerahkan tim medis, bantuan kemanusiaan, pencarian dan penyelamatan.
Mercy Relief, sebuah LSM di Singapura yang pernah membantu penangangan gempa bumi dan tsunami di Aceh Desember 2004, kini juga bergabung dalam upaya pertolongan korban gempa di Sumbar. Seorang dokter dari SingHealth dan tiga anggota staf berangkat ke Indonesia pada Jumat pagi.
Mercy Relief membuka dompet bantuan berupa cek dari warga masyarakat. Bantuan berupa cek dapat dialamatkan ke 160 Lorong 1 Toa Payoh # 01-1568, Singapore 310.160, dan di belakang lembar bantuan ditulisi "Sumatra Quake Relief".

