KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Komitmen Batik Presiden di Tengah Gempa
Jumat, 2 Oktober 2009 | 10:39 WIB
RUMGA KEPRESIDENAN/ABROR RIZKI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau lokasi gempa di Padang, Sumatera Barat, Kamis (1/10).
TERKAIT:

PADANG, KOMPAS.com — Komitmen berpakaian batik pada 2 Oktober 2009 untuk menghormati keputusan UNESCO yang menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia tetap dipenuhi Presiden Yudhoyono meski tengah meninjau penanggulangan bencana alam di Padang.
    
Meski berada di daerah bencana, Jumat (2/10), Presiden tetap berkomitmen mengenakan baju batik sesuai yang dicanangkannya.
    
Pada hari kedua kunjungan di Padang, untuk meninjau dampak gempa bumi yang meluluhlantakkan bumi Minang, Presiden mengenakan kemeja batik bercorak coklat. Sementara Ibu Ani yang mendampinginya mengenakan batik warna senada lengkap dengan kerudung hitam.
    
Pada hari pertama kunjungan di Padang, Presiden Yudhoyono yang langsung berangkat setibanya dari kunjungan kerja 8 hari di AS itu mengenakan safari hitam.
    
Rombongan Presiden mulai dari para menteri hingga staf kepresidenan juga kompak pada Jumat ini mengenakan pakaian batik.
    
Pada 28 september 2009, UNESCO secara resmi menyampaikan pengakuan bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia. Pengukuhan terhadap pengakuan itu dilakukan pada suatu acara di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 2 oktober 2009.
    
Ketika menerima pengakuan UNESCO, Presiden langsung mengeluarkan imbauan agar seluruh masyarakat Indonesia pada 2 oktober 2009 mengenakan pakaian batik.
    
Imbauan itu ditindaklanjuti oleh instansi pemerintah di berbagai daerah di Indonesia yang mengimbau pegawainya mengenakan baju batik untuk menghargai pengakuan UNESCO.

Penulis: MBK   |     |   Sumber : Antara Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.