Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:39 WIB
Ketiga Istri Noordin Sempat Berbincang
Leo Sunu | Kamis, 1 Oktober 2009 | 16:53 WIB
|
Share:

LEO SUNU
Salah satu istri Noordin M Top Arina Rahma, Kamis (1/10) datang ke RS Polri untuk memastikan apakah salah satu korban tewas dalam penggerebekan di Mojosongo, Jebres, Solo, adalah betul suaminya. Selain Arina, datang juga dua istri Noordin yang lain. Mereka adalah Musfiatun asal Sidoarjo, dan Siti Rahma Rusdi asal Malaysia.

TERKAIT:

JAKARTA,KOMPAS.com- Dalam waktu yang bersamaan, tiga orang istri teroris yang paling dicari di Indonesia, Noordin M Top, berkumpul di RS Polri Kramat Jati untuk melihat jenazah suaminya. Mereka adalah Siti Rahma Rusdi, Arina Rahma, dan Musfiatun.

 

Siti Rahma Rusdi adalah istri pertama Noordin asal Malaysia, sedangkan Arina Rahma adalah istri Noordin yang dinikahinya di Cilacap, sementara Musfiatun adalah istri Noordin asal Sidoarjo.

Meski tidak datang berbarengan, ketiganya sempat berada dalam ruangan yang sama, yakni di ruang forensik tempat jenazah Noordin tersimpan dalam waktu yang bersamaan.

 

Arina merupakan istri Noordin yang datang pertama kali pada pagi hari sekitar pukul 08.00. Arina juga membawa serta anak keduanya dari hasil pernikahannya dengan Noordin. Sedangkan Musfiatun datang sekitar pukul 11.00, dan istri Noordin yang asal Malaysia datang pukul 13.30.

 

Menurut Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak, kedatangan istri-istri Noordin itu untuk memastikan jenazah tersebut adalah benar suami mereka atau bukan.

"Ini untuk memastikan. Sekaligus memberikan kesempatan kepada pihak keluarga untuk melihat jenazah," kata Sulistyo dalam keterangan persnya kepada wartawan, Kamis (1/10) di RS Polri. Meski demikian, Sulistyo enggan merinci apakah ketiganya sempat bertemu dan membicarakan sesuatu.

Menurut salah satu polisi yang mendampingi salah satu Istri Noordin, ketiganya memang sempat bertemu berbarengan di sekitar jenazah Noordin. "Ya mereka memang sempat saling berbicara. Tapi saya tidak tahu membicarakan apa," tandasnya.