Warga menjerit histeris ketika mengetahui anggota keluarganya ditemukan tewas di reruntuhan bangunan akibat gempa di Padang, Sumbar, kamis (1/10).
AFP/BAY ISMOYO
Petugas penolong mengevakuasi korban tewas yang ditemukan di reruntuhan bangunan pascagempa tektonik di Padang, Sumbar, Kamis (/10).
AFP/BAY ISMOYO
Anggota TNI berhasil mengevakuasi seorang perempuan yang terjebak reruntuhan bangunan yang roboh digoncang gempa tektonik di Padang, Sumbar, Kamis (1/10).
AP/ACHMAD IBRAHIM
Jerit tangis warga melihat rumah mereka yang luluh lantak digoncang gempa di Padang, Sumbar, Kamis (1/10).
PADANG, KOMPAS.com — Jerit tangis memekik saat proses evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh digoncang gempa tektonik di Padang, Sumatera Barat, Kamis (1/10).
Aparat TNI terus bahu-membahu bersama warga menolong korban yang terjebak di reruntuhan. Ratusan orang masih belum bisa dievakuasi karena minimnya peralatan.
Data resmi, hingga kini, gempa berkekuatan 7,6 scala Richter telah menelan korban tewas mencapai 464 orang. Jumlah korban yang tewas diperkirakan akan terus bertambah. FIA