Selasa, 29 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 29 Mei 2012 | 05:23 WIB
512 Rumah Rusak akibat Gempa Kerinci
Tri Mulyono | Kamis, 1 Oktober 2009 | 14:32 WIB
|
Share:

BENGKULU, KOMPAS.com — Sebanyak 512 rumah rusak akibat gempa vulkanik 7,0 SR yang melanda Sungai Penuh Kabupaten Kerinci Jambi, Kamis (1/10) pagi.

Bupati Kerinci H Murasman saat dihubungi mengatakan bahwa jumlah rumah rusak tersebut diperkirakan bertambah karena saat ini masih terus dilakukan pendataan.

"Ada lima desa yang terkena gempa dan cukup parah, dan saat ini ada 512 rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan," kata Bupati yang saat ini berada di salah satu desa yang terkena gempa, yaitu Desa Lolong.

Ia mengatakan, sebanyak lima desa yang terkena dampak paling parah adalah Desa Lolong Gedang dan Lolong Kecik, Desa Lempur, Desa Talang Kemuning, serta Sungai Hangat di Kecamatan Gunung Raya.

Bupati mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan korban jiwa karena gempa yang mengguncang tersebut terjadi saat sebagian besar masyarakat desa berada di kebun. "Kebiasaan masyarakat Kerinci memang pagi hari sudah berangkat ke kebun, jadi rumah ditinggal kosong sehingga kemungkinan korban jiwa kecil," katanya.

Walau demikian, masyarakat saat ini masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, khususnya bantuan tenda, selimut, dan bahan pangan. Bupati juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dengan gempa-gempa susulan yang mungkin terjadi dan menghindari bangunan bertingkat.

Sementara itu, kondisi masyarakat Kerinci hingga kini masih panik dan ketakutan. Warga tidak mau lagi berada di dalam rumah. Mereka lebih memilih berada di pinggiran jalan. "Tidak ada yang mau lagi di dalam rumah, mereka mau di luar semua," kata Amir Syam, Kabag Humas Kerinci.

Sebagian warga juga banyak yang berada di lapangan Kantor Bupati Kerinci karena takut berada di dekat gedung. Di rumah sakit, pasien juga terlihat tidak mau dirawat di dalam ruangan dan memilih dirawat di tenda yang ditempatkan di halaman parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kerinci.

Sumber :
ANTARA
Advertorial
»