JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 40 dokter dan perawat tambahan, Kamis (1/10) pagi ini diberangkatkan ke Sumatra Barat guna membantu mengevakuasi korban gempa berkekuatan 7,6 skala Ritcher yang mengguncang wilayah itu Rabu (30/9) pukul 17.16 WIB.
Selain itu, Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan RI juga mengerahkan tenaga medis yang berasal dari sembilan kantor regionalnya yang tersebar di seluruh Indonesia, terutama yang berdekatan dengan Sumbar, termasuk Jakarta.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes Dr Lily Sulistyowati mengatakan, hingga saat ini tim medis gabungan dari Depkes dan pihak-pihak terkait masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang tertimpa bangunan. "Rata-rata korban gempa menderita patah tulang," ujar Dr Lily ketika dihubungi Kompas.com.
Dr Lily mengatakan, pihaknya mengalami kendala komunikasi dengan tim medis yang berada di lapangan. Perkembangan resmi mengenai jumlah korban akan disampaikan kepada media massa pada pukul 09.00. Data korban tewas mencapai 200 orang yang diperoleh pada pukul 02.00 WIB tersebut, diperkirakan akan terus bertambah mengingat ratusan orang masih belum diketahui nasibnya karena tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
"Laporan yang masuk sementara ada sekitar 100 sampai dengan 200 orang korban tewas, 500 bangunan rusak atau hancur," kata Kepala Pusat Data dan Infomasi BNPB Priyadi Handoko di kantor BNPB, Jakarta.

