Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:34 WIB
Polri Masih Selidiki Penemuan Bahan Peledak di Solo
Leo Sunu | Selasa, 29 September 2009 | 21:02 WIB
|
Share:

KOMPAS/SONYA HELLEN SINOMBOR
Polisi mengangkut sejumlah barang bukti yang ditemukan di rumah kontrakan Susilo di RT 03/RW 011 Kampung Kepuhsari, Mojosongo, Solo, Jateng. Barang bukti dimasukkan dalam 19 kotak plastik diangkut dengan mobil boks, Kamis (17/9).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Polri masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap penemuan bahan peledak yang ditemukan seusai penggerebekan terhadap Noordin M Top dkk di Jebres, Solo, beberapa waktu lalu. Dalam penggerebekan tersebut, antara lain, Polri menemukan enam karung bahan peledak seberat 300 kilogram.

"Temuan di TKP itu jadi petunjuk bahwa mereka masih menyimpan dan ada rencana ke depan," kata Kepala Sub Densus 88 Mabes Polri Kombes Tito Karnavian dalam keterangan persnya, Selasa (29/9) di Mabes Polri. 

Namun, kata Tito, dari bahan peledak yang ditemukan tersebut, diperkirakan belum akan dilakukan untuk eksekusi pengeboman dalam waktu dekat. "Jadi baru berupa bahan peledaknya saja, yakni potasium chlorat. Belum ada detonator, wiring device, atau elektronic device," terangnya.

"Mereka saat itu lebih memilih untuk bersembunyi daripada melakukan aksi jangka pendek," tambahnya.

Meski demikian, kata Tito, tidak menutup kemungkinan bahan peledak tersebut segera dirakit menjadi bom. "Apalagi di situ juga ada Ario Sudarso, yang ahlinya dalam merakit bom."