JAKARTA, KOMPAS.com - Isu kapitalisme dan pragmatisme di tubuh partai politik dinilai bersumber dari ketidaktransparan partai dalam laporan keuangan. Pengamat politik J Kristiadi menilai selama ini partai politik memang kerap mendesain agar laporan keuangan sulit untuk diaudit dan dipertanyakan.
"Kapital akan sangat merusak kalau masyarakat tak bisa mendorong perubahan dalam parpol. Harus ada kekuatan yang mendorong regulasi transparansi keuangan partai," tegasnya sebelum diskusi di Media Loung Partai Golkar, Senin (28/9).
J Kristiadi menyorot merebaknya isu politik uang dalam persaingan kursi Ketua Umum Golkar. Ia mengatakan kepemimpinan Golkar di masa mendatang harus mampu mendorong regulasi transparansi keuangan partai.
Aktivis Golkar Abdul Razak Manan juga menegaskan bahwa ketidaktransparan parpol memang akhirnya berperan dalam perang kapital yang menyebabkan pragmatisme di dalam tubuh parpol. "Tak perlu dipungkiri Golkar juga begitu," ungkapnya.
Khusus untuk Golkar, Razak mengatakan Munas akan menentukan hidup matinya Golkar jika transparansi keuangan lembaga dan individu tidak diperjuangkan bersama.

