KUDUS, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah siap menerjunkan personel keamanan untuk mengantisipasi munculnya konflik antarwarga selama proses pemakaman Bagus Budi Pranoto alias Urwah di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
"Antisipasi selalu kita lakukan. Termasuk untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama proses pemakamannya," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, ketika meninjau pos pengamanan arus balik di Bareng, Sabtu (26/9).
Ia menegaskan, antisipasi keamanan tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah Kudus. Disinggung soal kedatangan Ustad Abu Bakar Ba’asyir, dia enggan berkomentar terhadap hal-hal yang masih bersifat wacana.
Sementara itu Kapolres Kudus AKBP Bayu Wisnumurti mengatakan, sejak salah seorang warga Kudus terlibat dalam jaringan teroris, aparat keamanan selalu diterjunkan untuk memantau kondisi keamanan kawasan terkait. "Antisipasi keamanan selalu dilakukan, untuk memastikan situasi di desa terkait tetap kondusif," ujarnya.
Sebelumnya, warga Desa Mijen sempat menolak kedatangan sekaligus pemakaman Bagus di desa setempat, karena khawatir nama baik desa tercoreng dan dicap sebagai sarang teroris.
Setelah digelar pertemuan antara pihak yang pro dan kontra, akhirnya jenazah Bagus diizinkan dimakamkan di Desa Mijen dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi keluarga.
Beberapa syarat itu adalah sanggup menjaga keamanan terhadap pihak-pihak yang kontra, tidak boleh ada pemasangan spanduk atau yel-yel yang bernada provokatif, dan tidak boleh ada karangan bunga.
Kepala Desa Mijen Sujono mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan rencana kedatangan Ba’asyir beserta rombongan. "Hanya saja, kami meminta mereka untuk ikut menjaga situasi di desa ini tetap kondusif dan aman," ujarnya.
Selain itu, Ba’asyir juga diimbau untuk tidak memimpin proses pemakaman Bagus, sebagai gantinya proses pemakaman diserahkan kepada pihak desa. "Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya konflik antarwarga, karena sebelumnya sempat muncul pihak yang kontra dan pro terhadap rencana pemakaman tersebut," ujarnya.
Sementara itu, juru bicara keluarga Bagus, Taufiq Ahmad mengatakan, pihaknya belum mengetahui kepastian kedatangan Ustad Ba’asyir ke Kudus saat proses pemakaman Bagus. "Tetapi, pihak keluarga memang berharap Ustad Ba’asyir datang ke Kudus," ujarnya.

