JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam wawancara yang dilakukan tim audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait kasus bailout Bank Century, terungkap bahwa Sri Mulyani meragukan kualitas data yang diberikan Bank Indonesia (BI) mengenai pemeriksaan bank di Indonesia ataupun Bank Century.
"Sri Mulyani mengatakan, ia meragukan kualitas data BI," ujar Ketua BPK Anwar Nasution, seusai halalbihalal, di Gedung BPK, Jumat (25/9). Sri Mulyani, kata dia, mempermasalahkan tentang keakuratan dan pemutakhiran data perbankan yang ada.
Sedangkan Boediono, lanjut Anwar, merasa prihatin dengan kualitas pemeriksaan perbankan yang ada saat ini. Kualitas pemeriksaan yang ada harus lebih ditingkatkan lagi.
Menurut Anwar, proses wawancara keduanya berjalan lancar. Sri Mulyani dan Boediono menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara gamblang.
Lebih jauh Anwar menerangkan, hingga saat ini pihaknya masih akan terus memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat kasus gelontoran dana Rp 6,7 triliun ini. "Masih akan terus ditelusuri ke mana aliran dana itu. Pemeriksaan mengenai ke mana aliran dana itu tidak mudah," tegasnya.

