Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Februari 2012 | 14:48 WIB
Surya Paloh Didukung 29 DPD Tingkat II se-Papua
R Adhi Kusumaputra | Rabu, 23 September 2009 | 20:00 WIB
|
Share:

JAYAPURA, KOMPAS.com  - Sebanyak 29 DPD tingkat II se-Provinsi Papua menyatakan siap mendukung Ketua Dewan Pembina Partai Golongan Karya (Golkar) Surya Paloh pada ajang pemilihan Ketua Umum Golkar pada Munas yang sesuai jadwal akan berlangsung awal Oktober nanti.

"Dari 29 DPD II yang mendukung Surya Paloh, baru 24 DPD yang sudah nyatakan siap mendukung, sedangkan 5 DPD akan bergabung di antaranya Kabupaten Serui, Mappi, Kodya Jayapura, Kota Jayapura dan Bovendigoel," kata Ketua Panitia Deklarasi, Yohanes Eluay SH, di Jayapura, Rabu (23/9).

Menurut Yohanes, rencananya hari Kamis, calon Ketua Umum Partai Golkar Surya Paloh tiba di Jayapura dan akan diadakan konvoi dari Bandara Sentani menuju Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih untuk memantapkan dukungan semua DPD II Golkar pada dirinya agar sukses pada Munas Golkar awal Oktober nanti.

"Bagaimanapun juga semua DPD II Golkar secara bebas, tanpa tekanan dari siapapun juga memilih Bapak Surya Paloh menjadi Ketua Umum Partai Golkar demi mengembalikan kejayaan Golkar pada masa yang akan datang. Kenapa kami memilih dia? Karena sudah 30 tahun ia di Golkar dan kemampuannya sudah terbukti," ujarnya.

Selama ini DPD Golkar kabupaten/kota se-Papua tetap loyal dan eksis terhadap partai, bukan kepada individu atau perseorangan, sehingga kami mempunyai hak sepenuhnya untuk memilih siapa calon yang pantas memimpin Golkar lima tahun ke depan.

"Jangan seperti apa yang telah dilakukan Ketua DPD I Golkar Papua,Drs John Ibo dengan menggunakan otoritasnya menginstruksikan semua DPD II Golkar se-Provinsi Papua agar memberikan dukungan penuh  pada Ical sekaligus mengancam akan memecat pengurus DPD II Golkar yang tidak loyal pada instruksi yang diberikannya beberapa pekan lalu di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika dan lewat surat kabar Cenderawasih Pos dan Papua Pos," ujarnya.

Menurut dia, ancaman Ketua DPD I Golkar Papua ini akhirnya hanya menyulut emosi tidak percaya dari DPD II Golkar sePapua terhadap kepemimpinan John Ibo yang telah melanggar pasal 16 Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (ADRT) Partai Golkar.

"Tindakan mengancam dari Ketua DPD I Golkar Papua dan sikap membangkang terhadap instruksi ketua DPD I Golkar yang dilakukan semua DPD II Golkar Papua itu merupakan sebuah kenyataan politik bahwa telah terjadi gesekan dalam tubuh Golkar Papua," katanya.

Ia berpendapat, sudah waktunya semua pengurus DPD I Golkar Papua diganti dan diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada orang muda Papua untuk tampil menahkodai Partai Golkar di tanah Papua.

"Sebaiknya Golkar Papua dipimpin orang muda yang masih energik, punya wawasan kebangsaan yang mantap serta punya visi dan integritas diri yang juga tidak diragukan oleh semua lapisan masyarakat di tanah Papua," katanya.

Sumber :
Antara