Masjid Istri Pangeran - Kompas.com

Masjid Istri Pangeran

Kompas.com - 18/09/2009, 09:48 WIB

KOMPAS.com - Masjid Al-Anwar yang terletak di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, termasuk salah satu masjid yang berusia tua. Masjid ini dibangun pada Kamis, 26 Syaban 1174 H atau tanggal 2 April 1761 M.

Masjid itu juga didirikan oleh wanita keturunan China Muslim yang kaya. Wanita itu adalah istri pangeran dari Banten. Lingkungan tempat masjid itu dibangun dikenal sebagai Kampung Goesti, yang pada masa itu dihuni oleh penduduk asal Bah. Masyarakat Bali di sana dipimpin oleh Kapten Goesti Ketut Badudu.

Lahan Masjid Al-Anwar atau biasa dikenal Masjid Angke ini seluas 930 meter persegi. Luas bangunan aslinya hanya 169 meter persegi. Meski sudah mengalami pelebaran, tetap saja bangunan masjid tampak mungil jika dibandingkan dengan masjid-masjid lainnya di Jakarta.

Masjid itu telah menjadi masjid bersejarah di Jakarta Barat. Masjid Angke adalah saksi bisu perkembangan Jakarta. Sebab, di sana terdapat makam-makam tua di halaman belakang masjid. Yang mencolok di antara makam-makam itu adalah sebuah makam yang dipagar besi, diberi atap dan ditutupi kelambu hijau. Sebuah papan di atasnya bertulis Syekh Ja'far yang keturunan Kesultanan Banten.

Ada juga petunjuk papan makam Sarifah Mariyam, Pangeran Tubagus Anjani, dan sebuah makam seorang wanita keturunan China yang beragama Islam. Belum jelas apa peran para wanita itu di tahun 1761.

Yang paling terkenal adalah makam Syekh Syarif Hamid Al Qadri yang berada di luar pagar depan masjid yang dibatasi jalan kampung. Syekh Syarif adalah putra Sultan Pontianak Pangeran Hamid Al-Qadri. Pada sekitar 1800-an ia mengadakan pemberontakan melawan Pemerintah Hindia Belanda. la ditangkap dan dibuang ke Batavia. Sebelum mangkat, ia berpesan bahwa jasadnya harus disemayamkan dekat Masjid Angke. (Warta Kota/ito)

Editor

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM