SRAGEN, KOMPAS.com — Siswa penerbangan TNI AU, Letda Felix, sempat mengontak markas di Lanud Adisumarmo Solo bahwa penerbangannya normal.
Hal ini diungkapkan Komandan Skuadron Pendidikan 101 Wing Pendidikan terbang Lanud Adisucipto Yogyakarta Letkol Pnb Dadan Gunawan kepada wartawan Kompas di lokasi jatuhnya pesawat latih AS 202 Bravo milik TNI AU di Kampung Gulon, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Kamis (17/9) sore.
Menurut Dadan, Felix berhak melakukan pengecekan terbang solo setelah dinilai lulus.
“Pesawat itu berangkat dari Lanud Adisumarmo di Solo pukul 10.10. Ketika berada di area zero 04, Felix sempat melaporkan bahwa penerbangannya normal. Seharusnya setelah satu jam terbang, Felix melakukan panggilan kembali ke Lanud Adisumarmo,” kata Dadan.
Homebase Lanud Adisumarmo kemudian memanggilnya pukul 11.00, tetapi tidak ada respons. Setelah dicek, baru diketahui terjadi kecelakaan, dan Felix meninggal dunia.