Selasa, 23 Desember 2014

News / Regional

KM Awu Ditarik, Warga Ende Susah Mudik

Selasa, 15 September 2009 | 21:15 WIB

ENDE, KOMPAS.com - Warga Kabupaten Ende, di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur susah mudik lebaran menggunakan kapal penumpang, karena Kapal Motor Awu yang biasanya melayani Ende ditarik sementara untuk rute Surabaya-Sampit.

Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) itu di bulan ini hanya melayani Ende pada tanggal 2 dan 26 September alias pascalebaran. Sementara jadwal secara rutin KM Awu hanya sekali dalam 2 minggu singgah Ende.

Dengan demikian jika sementara waktu KM Awu dialihkan rutenya untuk melayani Surabaya-Sampit, warga Ende yang akan mudik dengan kapal laut makin susah, apalagi tidak ada operator kapal penumpang swasta kini yang masuk Ende.

Saya tidak mudik tahun ini, karena kendaraan susah . KM Awu baru masuk Ende tanggal 26 September, ya sudah lewat lebaran. Padahal saya rencananya mudik minggu ini. Kalau naik pesawat duitnya yang susah. Teman-teman pedagang yang lain mudik ke Jawa berangkat tiga hari lalu lewat Maumere (Kabupaten Sikka, F lores), ungkap Suwarno, penjual nasi pecel di Pasar Mbongawani, Selasa (15/9), di Ende. Suwarno rencananya akan mudik ke Boyolali, Jawa Tengah.

Bupati Ende Don Bosco M Wangge lalu bersurat kepada direktur utama PT Pelni di Jakarta tanggal 10 September 2 009. Guna mengantisipasi lonjakan penumpang mudik, bupati meminta agar dapat diatur kapal milik PT Pelni yang lain seperti KM Tilong Kabila menyinggahi Ende.

Kami berharap selama KM Awu ditarik ada kapal pengganti ke Ende . Bahkan kami meminta selanjutnya menjadi jadwal tetap. Sehingga tiap satu minggu sekali paling tidak ada kapal penumpang yang masuk Ende, bukan 2 minggu sekali, kata Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Kabupaten Ende Abdullah Ali.

Kepala PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Ende Andi Baharuddin menjelaskan, dijadwalkan semula KM Awu singgah di Ende pada 13 dan 15 September, tapi kemudian jadwal berubah.

Ada faksimile dari pimpinan pusat, KM Awu baru singgah di Ende tanggal 26 September. Kebijakan ini diambil terkait jumlah penumpang mudik dari Surabaya ke Sampit yang membludak, sehingga KM Awu dialihkan sementara ke sana. Kami sudah men gajukan permohonan ke pusat supaya bisa dikirim kapal pengganti sesuai dengan permintaan bupati. Namun sampai hari ini belum ada jawaban, kata Andi.

Ketua DPRD Sementara Kabupaten Ende Marselinus Petu menyayangkan kebijakan yang ditempuh PT Pelni.

Ini kebijakan konyol. Kapal milik Pelni kan kapal penumpang, bukan untuk melayani mudik lebaran. Apabila arus mudik di Jawa sangat tinggi sem estinya menyangkut angkutan lebaran sudah diperhitungkan jauh-jauh hari oleh pemerintah pusat, jangan mendadak seperti ini, katanya.

 

 

 

 


Editor :