Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 14:30 WIB
Ketua DPR Baru Harus Orang Lama?
Mardanih | Jumat, 11 September 2009 | 16:22 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Golkar Yuddy Chrisnandi menilai, posisi Ketua DPR RI periode 2009-2014 harus ditempati oleh orang-orang lama atau yang telah berpengalaman di DPR RI.

Pasalnya, jika posisi tersebut diduduki oleh anggota DPR RI yang baru maka dikhawatirkan ia tidak akan mengetahui seluk-beluk rumah rakyat itu. "Idealnya pimpinan DPR ke depan itu bukan orang baru yang baru masuk DPR. Idealnya pimpinan DPR itu diduduki orang lama atau yang telah berpengalaman," ujar anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi, dalam diskusi bertema "Tantangan Pimpinan DPR RI ke Depan" di ruang wartawan DPR RI, Jakarta, Jumat (11/9).

Menanggapi wacana tersebut, Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Mustafa Kamal menyatakan tidak setuju terhadap wacana Yuddy tersebut. Menurutnya, tua, muda, berpengalaman atau tidak berpengalaman adalah sama saja. Yang penting, Ketua DPR RI mampu membangun budaya politik yang transparan dan profesional. "Apa itu tua, muda, pengalaman atau tidak kita enggak persoalkan. Yang penting mereka mampu membangun budaya politik yang transparan dan profesional," katanya.

Lebih lanjut Mustafa mengatakan, Ketua DPR RI yang baru memiliki peluang yang besar untuk dapat membangun budaya politik yang transparan dan profesional. Pasalnya, dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPD, DPR-D, telah diatur mengenai tugas, fungsi dan wewenang dari pimpinan dan anggota DPR RI. "Apalagi sekarang lagi disusun tatib (tata tertib) yang akan memperketat pola permainan di DPR mulai dari pimpinannya sampai ke anggotanya," ungkapnya.