Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:02 WIB
Stt.... Ada Lorong Gelap di Gedung DPR
Mardanih | Jumat, 11 September 2009 | 16:21 WIB
|
Share:

Mardanih
Para pembicara dalam acara Diskusi Tantangan Pimpinan DPR Kedepan di ruang wartawan DPR RI, Jakarta, Jumat (11/9).

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah wakil rakyat, Gedung MPR-DPR RI, ternyata memiliki lorong gelap. Tentu saja bukan lorong gelap dalam artian yang sebenarnya, melainkan potensi terjadinya penyelewengan yang dilakukan oleh para wakil rakyat seperti tindak pidana korupsi atau penyuapan.

"DPR punya lorong-lorong gelap yang hanya diketahui oleh anggotanya. Kalau kita salah-salah masuk ke situ, kita bisa masuk ke KPK," kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Yuddy Chrisnandi dalam diskusi bertema "Tantangan Pimpinan DPR RI ke Depan" di ruang wartawan DPR RI, Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut Yuddy, sudah menjadi rahasia umum lembaga legislatif DPR RI merupakan lembaga terkorup. Pasalnya, potensi penyalahgunaan wewenang yang dimiliki oleh para wakil rakyat sangat besar. Misalnya, menerima uang sogok dan korupsi.

Predikat terkorup tersebut, menurut Yuddy, sudah dibuktikan lewat survei yang dilakukan oleh para lembaga survei. "Dalam pembahasan Undang-Undang Lingkungan Hidup misalnya, bukan tidak mungkin pabrik-pabrik besar menyogok agar Undang-Undang itu tidak merugikan mereka," kata Yuddy.

Oleh karena itu, Yuddy berpendapat, pimpinan DPR RI periode mendatang hendaknya merupakan orang lama yang telah memiliki pengalaman di DPR. Sebab, jika pimpinan DPR RI dijabat oleh anggota DPR RI baru, belum berpengalaman, dikhawatirkan ia tidak mengetahui lorong-lorong hitam yang harus dihilangkan di dari rumah rakyat itu.

"Idealnya, calon pimpinan DPR RI ini bukan orang baru yang baru masuk. Karena sehebat-hebatnya orang baru ia tidak akan tahu lorong-lorong gelap di DPR RI ini," ungkapnya.