JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menegaskan, anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk pelantikan 560 anggota DPR dan 132 anggota DPD periode 2009-2014 terbilang lebih kecil dibandingkan tahun 2004.
"Tahun 2004 lebih besar dari yang ada," ungkap Hafiz ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (8/9). Namun, lebih jauh, Hafiz enggan menjelaskan secara rinci mengenai selisih jumlah pengurangan anggaran pelantikan antara tahun 2004 dan tahun ini.
Kendati demikian, dia menyebut ada pengurangan pos anggaran dibandingkan tahun 2004, yakni pos pengadaan jasa penyediaan jasa pakaian, jas, baju batik, jaket, dan hem untuk anggota DPR dan DPD.
"Tahun 2004 dapat jas segala macem, ini enggak. Jadi yang saya tahu memang akomodasi, konsumsi, transportasi, itu memang disiapkan. Pengadaan pakaian segala macam tidak ada," ungkapnya.
Dari situs resmi KPU diketahui bahwa KPU telah melakukan pelelangan dari anggaran untuk pengadaan jas, baju batik, jaket, dan hem dalam rangka pengambilan sumpah jabatan DPR, MPR, dan DPD senilai Rp 149.938.000.
Ketika ditemui di tempat yang sama, Sekjen KPU Suripto Bambang Setiadi mengatakan, pengadaan jasa dan pakaian tersebut untuk panitia penjemput yang melibatkan Sekretariat KPU, Depdagri, Departemen Agama, Paspampres, dan Kepolisian. "Kalau itu baju batik plus jas untuk panitia penjemputan," ujarnya.
Bambang menjelaskan, anggaran sebesar Rp 11 miliar tersebut sesuai dengan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2009. Dari total dana tersebut, bisa jadi tidak digunakan semua. Semua tergantung proses tender.
"Ada beberapa item dalam proses pelantikan yang harus melalui tender," terangnya.
Adapun beberapa tender untuk proses pelantikan memang sudah selesai. Namun, beberapa pengadaan lain masih dalam proses dan belum selesai.
Beberapa pengadaan yang sudah selesai bernilai total Rp 3.391.638.000. Hal itu di antaranya tender penyediaan jasa akomodasi dan konsumsi hotel yang dimenangkan PT Laksmindo Bahtera dengan penawaran Rp 2.874.300.000.
Kemudian, tender jasa penyediaan baju batik, jas, jaket, dan hem sebesar Rp 149.938.000 dimenangkan CV Gavi Mitra Mandiri. Lalu, jasa penyediaan bus AC dan ambulans yang dimenangkan CV Pondasi Jaya dengan penawaran Rp 251.900.000.
Terakhir, jasa penyediaan tas dan buku profil anggota DPR dan DPD yang dimenangkan oleh CV Indra Pratama dengan penawaran sebesar Rp 115.500.000. Adapun tender yang masih dalam proses adalah penyediaan jasa konsumsi untuk petugas lapangan.
