Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:58 WIB
SBY Tak Pernah Janji Putra Maluku Masuk Kabinet
IGN sawabi | Selasa, 8 September 2009 | 09:00 WIB
|
Share:

Inggried Dwi W
Buku "Kandidat The Next Cabinet SBY-Boediono" yang ditulis La Tofi

AMBON, KOMPAS.com — Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang terpilih kembali menjadi Presiden RI, tidak pernah berjanji merekrut putra terbaik Indonesia asal Maluku untuk masuk Kabinet 2009-2014. Demikian dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku Roy Patiasina.
    
"SBY dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat saat Rapat Kerja Nasional di Jakarta beberapa waktu lalu hanya menyebut bahwa beliau tahu figur-figur terbaik dari daerah yang bakal masuk kabinet, jadi tidak pernah secara eksplisit berjanji merekrut putra dari Maluku," katanya di Ambon, Selasa (8/9).
    
"Jadi yang berkembang hanyalah informasi sehingga berbagai komponen bangsa Indonesia di Maluku jangan terprovokasi karena, siapa pun menjadi anggota kabinet, itu hak prerogatif Presiden," ujar Roy.
    
DPD Partai Demokrat Maluku, kata dia, pada laporan pemenang pemilu presiden telah mengusulkan agar Presiden SBY dan Wapres Boediono mempertimbangkan ada putra terbaik Indonesia asal daerah ini yang dipercaya masuk sebagai anggota Kabinet 2009-2014.
    
"Kami tidak mengusulkan nama orang karena memaklumi bahwa Presiden SBY tahu figur-figur terbaik dari anak bangsa Indonesia yang layak mendampinginya menyukseskan program pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan sosial lima tahun ke depan," kata Roy.
    
Dia mengatakan, putra asal Maluku selama 30-an tahun terakhir ini tidak pernah lagi dipercayakan masuk kabinet setelah dr Siwabessy menjadi Menteri Kesehatan di era Presiden Soeharto.
    
"Jadi, wajar sekiranya DPD Partai Demokrat Maluku mengusulkan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang turut dipercaya pemilih Maluku melanjutkan kepemimpinan lima tahun mendatang untuk mempertimbangkan merekrut putra Maluku menjadi anggota kabinet," ujar Roy Patiasina.

Sumber :
ANT