Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 15:45 WIB
Talangan Bank Century Tidak Adil
Wahyu Satriani Ari Wulan | Senin, 7 September 2009 | 14:17 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Staf Bank Century Senayan, Jakarta, melayani nasabah, Senin (31/8). Per Juli 2009, total aset Bank Century mencapai Rp 6,882 triliun lebih tinggi daripada posisi akhir Desember 2008 sebesar Rp 5,586 triliun.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Nasabah Bank Global mempertanyakan nasib dana simpanan mereka di Bank Global yang belum dikembalikan oleh pemerintah melalui Program penjaminan pemerintah. Hal ini dinilai tidak adil dibandingkan dengan kasus Bank Century yang mendapat aliran dana talangan sebesar Rp 6,67 triliun.

"Jika dibandingkan Bank Century semua memang rakyat Indonesia yang bisa men-judgement apakah adil atau tidak. Tetapi menurut kami jelas tidak adil," tutur Ketua Ikatan Nasabah Korban Bank Global Anastasia Lukman, di depan gedung Kementrian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (7/9).

Dia mengaku heran atas aksi penyelamatan Bank Century yang membutuhkan dana Rp 6,76 triliun. Sebab, menurutnya, apa yang terjadi di Bank Century bukan krisis tetapi tindak kejahatan yang dilakukan oleh pemiliknya sendiri. Hal ini berbeda dengan kasus Bank Global yang dibekukan kegiatan usahanya oleh Bank Indonesia pada 13 Desember 2004 menyusul semakin memburuknya rasio kecukupan modal (CAR) bank tersebut sehingga negatif.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ikatan Nasabah Korban Bank Global melakukan unjuk rasa untuk menuntut Menkeu agar mengembalikan dana simpanan nasabah di Bank tersebut. Aksi ini berlangsung damai dan sempat terjadi mediasi antara demonstran dengan pihak Depkeu yang diwakili staf humas, Agus Haryanto.

Namun, mediasi tersebut tidak menemui hasil. Demonstran akhirnya membubarkan diri dan berjanji akan kembali menyambangi Kantor Kementrian Koordinator Perekonomian pada pekan depan, Senin (14/9).