KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Gempa Susulan Terjadi sampai Tiga Kali
Laporan wartawan KOMPAS Madina Nusrat
Rabu, 2 September 2009 | 16:20 WIB

CILACAP, KOMPAS.com — Gempa susulan, pascagempa berkekuatan 7,3 skala Richter berpotensi tsunami yang terjadi di sekitar pantai Tasikmalaya, terjadi sampai tiga kali. BMKG Banjarnegara mencatat gempat susulan itu terjadi dengan kekuatan lebih kecil, antara 5,1 skala Richter sampai 3,5 skala Richter, sehingga guncangannya tak terasa di sekitar daratan.

Gempa susulan pertama terjadi sekitar tiga sampai lima menit setelah gempa berkekuatan 7,3 SR terjadi, sekitar pukul 15.08, dengan kekuatan 5,1 SR. Gempa susulan kedua terjadi pukul 15.16, dengan kekuatan 4,5 SR, dan gempa ketiga terjadi pukul 15.25, dengan kekuatan 3,5 SR.

Sejauh ini, menurut prakirawan vulkano BMKG Banjarnegara, Budiarta, gempa tersebut berpotensi tsunami. Namun, BMKG Banjarnegara berada jauh dari pesisir sehingga tak dapat memantau pasang surut air laut di pantai selatan Jawa. "Kami hanya dapat memantau kegempaan dari seismograf," katanya.

Hingga saat ini, beberapa nelayan Cilacap mengaku, belum ada pergerakan air laut yang signifikan. Rusyadi (33), nelayan Pantai Teluk Penyu, Cilacap, mengaku, sejak tadi pagi memang air laut sudah surut karena kemarin malam air laut pasang. "Pasang surut seperti ini sudah biasa. Namun, untuk air laut yang surut drastis belum tampak," katanya.

Kuat (60), nelayan di TPI Tegalkamulyan, Cilacap, juga mengutarakan hal serupa. Namun, sebagai antisipasi, menurutnya, hampir semua nelayan segera pulang melaut, termasuk dirinya. Mereka juga masih berjaga-jaga memantau kondisi laut andaikata tiba-tiba terjadi air surut.

"Sekarang nelayan berjaga-jaga di sekitar pantai, memantau pergerakan air laut ini. Kalau terjadi surut secara tiba-tiba, kami mengungsi," katanya.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.