BEKASI, KOMPAS.com - Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso menegaskan, pemberian izin pengesahan keamanan atau security clearance oleh Mabes TNI untuk ekspor senjata PT Pindad sudah melalui mekanisme pengecekan dan dilakukan dengan selektif.
Demikian ditegaskan Djoko kepada wartawan seusai meninjau pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Mabes TNI di Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (2/9). Djoko menyatakan, TNI jangan dibawa-bawa ketika muncul persoalan dalam proses pengiriman.
"Urusan dalam sudah beres, perkara di tengah kapal dipindahkan saya tidak mengerti," kata Djoko. "Security clearance sudah ketat, yang bikin Pindad masak TNI tidak percaya," lanjutnya.
Seperti diwartakan, beberapa puluh pucuk senjata buatan PT Pindad disita aparat kepabeanan Filipina akhir pekan lalu. Senjata-senjata itu ditemukan dalam sebuah kapal yang lego jangkar di sekitar Bataan, Filipina Selatan. Pindad menyatakan, senjata-senjata itu diekspor atas pesanan Pemerintah Mali dan Filipina.
Terkait hal itu, Departemen Pertahanan RI menyatakan akan menyelidiki alasan kenapa kapal pengangkut senjata tujuan ekspor itu singgah di Bataan, Filipina. Pihak Dephan menyatakan, senjata produksi PT Pindad sudah memenuhi persyaratan ekspor dan dilengkapi dokumen resmi.
