Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:52 WIB
Indonesia Harus Lakukan "Shock Therapy Diplomacy" terhadap Malaysia
| Minggu, 30 Agustus 2009 | 13:51 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi I DPR RI Yuddy Chrisnandi menilai, Pemerintah Indonesia perlu melakukan diplomasi terapi kejut (shock therapy diplomacy) terhadap Malaysia. Pasalnya, negeri jiran itu harus disadarkan terkait ketidaksukaan Indonesia terhadap perlakuan kasar Malaysia kepada para TKI, dan berbagai klaim seni budaya dan wilayah yang dilakukan oleh Malaysia.

"Perlu ada tindakan shock therapy diplomacy terhadap negara tersebut. Malaysia harus disadarkan bahwa kita tidak suka itu (penyiksaan terhadap TKI, klaim seni budaya dan wilayah)," ujar Yuddy dalam pesan singkatnya, Minggu (30/8).

Lebih lanjut, Yuddy mengatakan, selain kultur oknum birokrat Malaysia yang kasar dan kurang manusiawi, sikap Pemerintah Indonesia yang lembek terhadap Malaysia merupakan salah satu penyebab negeri tetangga itu selalu semena-mena terhadap para TKI. Karenanya, pemerintah, menurutnya, harus lebih tegas terhadap Malaysia.

"Sikap Pemerintah Indonesia yang lembek membuat mereka (Malaysia) selalu semena-mena memperlakukan WNI kita yang bermasalah di sana," katanya.