CILACAP, KOMPAS.com - Peneror bom Pertamina Depot Maos, Cilacap, yang diterima melalui telepon seluler milik Buang Aji Triyono, mengaku sebagai teman gembong teroris Noordin M.Top. Saat ditemui wartawan di rumahnya di Desa Karangreja RT 01 RW 03, Kecamatan Maos, Rabu dinihari (26/8), Buang Aji Triyono yang baru menjalani pemeriksaan di Polsek Maos, semula enggan memberikan keterangan terkait telepon yang diterimanya.
"Semua keterangan sudah saya berikan kepada Pak Kapolres (Kapolres Cilacap AKBP Guruh Ahmad Haryanto). Silakan tanyakan kepada Kapolres," katanya.
Akan tetapi setelah didesak wartawan, Buang akhirnya bersedia memberi keterangan seputar telepon yang diterimanya pada Selasa sore (25/8). Meski tidak secara rinci, dia mengatakan, pria yang menelepon itu menggunakan bahasa Indonesia dengan gaya bicara Banyumasan.
"Telepon itu saya terima pukul 16:44 WIB saat saya masih di tempat kerja, di Cilacap," katanya. Menurut dia, pria yang mengaku teman Noordin M. Top itu memberitahukan bahwa akan melakukan pengeboman di Pertamina. Akan tetapi pria tersebut tidak menjelaskan lokasi pengeboman tersebut.
Semula Buang menganggap telepon bernomor Simpati dengan area Purwokerto itu hanya ulah orang yang iseng. Namun akhirnya dia melaporkan hal itu kepada kepolisian. Dia juga mengakui jika ada warga lainnya, Priyoko alias Degol yang menerima pesan singkat tentang rencana pengeboman tersebut.
"Dia warga Kampung Baru, Desa Karangreja, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Maos. Saya tidak tahu SMS (pesan singkat) itu dikirim melalui nomor apa," katanya.
Sementara itu, sejumlah personel Brimob Kompi BS Banyumas yang mengendarai tiga mobil dengan membawa peralatan penjinak bom mendatangi Pertamina Depot Maos pada Selasa malam , pukul 23:05 WIB.
Selang 20 menit kemudian, salah satu mobil Brimob yang dikendarai Komandan Kompi BS Banyumas AKP Surya Putra Mustika tampak meninggalkan Pertamina Depot Maos, sedangkan personel Brimob lainnya melakukan penyisiran di lokasi tersebut. Setelah melakukan penyisiran sekitar dua jam, para personel Brimob tersebut meninggalkan Pertamina Depot Maos. Namun tidak diketahui, apakah mereka menemukan bom atau benda yang dicurigai sebagai bom.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian setempat terkait teror bom tersebut. Dari informasi yang dihimpun, tidak adanya keterangan resmi dari kepolisian lantaran adanya pesan singkat dari Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Alex Bambang Riatmodjo yang meminta jajarannya di Cilacap untuk tidak memberikan pernyataan kepada wartawan terkait teror bom tersebut.
Kendati demikian, salah satu pejabat di Pertamina Depot Maos Untung Waskito saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya membenarkan adanya teror bom tersebut. Akan tetapi, dia mengakut tidak dapat memberi keterangan lebih banyak karena permasalahan tersebut telah diserahkan kepada kepolisian.
