JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi II F-PKS Agus Purnomo mengharapkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa mengambil empat kader terbaik PKS untuk menduduki kursi menteri.
"Kita tetap berharap Presiden SBY bisa mengambil kader PKS sebagai pembantu presiden. Ya tiga sampai empat orang, meski ini memang hak prerogatif Presiden," katanya, Selasa (25/8).
Namun, kata Agus, PKS juga berharap Presiden SBY selalu membuka komunikasi. "Kalau kita diajak rembukan dan diminta memberikan masukan tentu akan kita beri. Intinya memang selalu ada komunikasi," katanya.
Menurut dia, perkiraan empat menteri itu berdasarkan kesepakatan yang sebelum pemilu presiden yang saat itu akan dilangsungkan deklarasi di Bandung. "Kontrak politik itu sudah ada sebelum pilpres, ketika di Bandung," tambahnya.
Lebih jauh, katanya, PKS mungkin akan mendapat jatah sekitar empat menteri juga berdasarkan rumus perolehan kursi PKS di DPR. "Kalau dari rumus hitung-hitungan antara jumlah kursi DPR, PKS mungkin dapat empat menteri, PAN-PPP mungkin satu menteri, PKB antara satu atau dua menteri," ujarnya.
Ketika ditanya kemungkinan jatah menteri PKS berkurang dengan masuknya Golkar-PDIP, Agus meragukan pengurangan jatah menteri itu. "Kalau dilihat dari jumlah menteri sampai 34 orang, kemungkinan yang dikurangi profesionalnya," tambahnya.
Menurut dia, sejak awal PKS sudah memiliki kontrak politik dengan SBY. "Yang jelas, ada dua kader PKS yang mengincar pos menteri pertanian, yakni tetap mempertahankan Anton Apriantono atau memunculkan Wakil Ketua Komisi IV DPR Suswono," paparnya.
Ketika ditanya siapa kader PKS lainnya yang ikut dicalonkan sebagai menteri, Agus tak mau membuka kartu. Hal itu sebaiknya bisa ditanyakan kepada Ketua F-PKS Mahfud Shidiq.
