DEPOK, KOMPAS.com — Keyakinan beragama antara yang satu dan yang lainnya tidak bisa dipaksakan, kendati di dalam hubungan sebuah keluarga. Hal itulah yang dirasakan oleh Dermo Priatno, kakak sulung dari Mohamad Syahrir alias Aing dan Syaifudin Zuhri alias Udin.
"Bagi saya, meskipun di dalam satu keluarga belum tentu keyakinan antara yang satu dan yang lainnya bisa sama. Ini hikmah yang saya dapatkan dari kejadian ini," ujar Dermo yang dijumpai di rumahnya di Mekarjaya, Depok, Senin (24/8).
Hal itulah kiranya, kata dia, yang membuat ia sendiri tidak pernah merasa memaksakan satu kehendak pun kepada adik-adiknya atas sebuah keyakinan, dan sebaliknya juga begitu.
Dermo mengakui, pemahamannya tentang ilmu agama Islam tidak sedalam pemahaman ahli dakwah. Baginya, ia cukup menjalani kewajiban shalat lima waktu dan selalu berbuat baik kepada sesama.
"Persoalan ini sudah menjadi beban buat saya, orangtua saya, dan keluarga besar saya yang tidak ada sangkut pautnya langsung dengan peristiwa ini sehingga saya mohon kepada masyarakat untuk tidak menyamaratakannya. Mohon jangan tambah beban kami," ujarnya.

