Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:27 WIB
Kakak Buronan Teroris: Mohon, Jangan Tambah Beban Kami...
M.Latief | Selasa, 25 Agustus 2009 | 12:55 WIB
|
Share:

Persda Network/FX Ismanto
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna, Rabu (19/8) di Mabes Polri, memperlihatkan wajah Mohamad Syahrir alias Aing yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi saat mengumumkan empat nama dan wajah DPO yang diduga terlibat aksi terorisme peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton. Kempat nama dan wajah yang diumumkan yaitu Ario Sudarso alias Suparjo Dwi Anggoro alias Aji alias Mistam Husamudin, Mohamad Syahrir alias Aing, Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Syaifudin Zuhri alias Ustadz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh.

TERKAIT:

DEPOK, KOMPAS.com — Keyakinan beragama antara yang satu dan yang lainnya tidak bisa dipaksakan, kendati di dalam hubungan sebuah keluarga. Hal itulah yang dirasakan oleh Dermo Priatno, kakak sulung dari Mohamad Syahrir alias Aing dan Syaifudin Zuhri alias Udin.

"Bagi saya, meskipun di dalam satu keluarga belum tentu keyakinan antara yang satu dan yang lainnya bisa sama. Ini hikmah yang saya dapatkan dari kejadian ini," ujar Dermo yang dijumpai di rumahnya di Mekarjaya, Depok, Senin (24/8).

Hal itulah kiranya, kata dia, yang membuat ia sendiri tidak pernah merasa memaksakan satu kehendak pun kepada adik-adiknya atas sebuah keyakinan, dan sebaliknya juga begitu.

Dermo mengakui, pemahamannya tentang ilmu agama Islam tidak sedalam pemahaman ahli dakwah. Baginya, ia cukup menjalani kewajiban shalat lima waktu dan selalu berbuat baik kepada sesama.

"Persoalan ini sudah menjadi beban buat saya, orangtua saya, dan keluarga besar saya yang tidak ada sangkut pautnya langsung dengan peristiwa ini sehingga saya mohon kepada masyarakat untuk tidak menyamaratakannya. Mohon jangan tambah beban kami," ujarnya.