
JAKARTA, KOMPAS.com — Selama empat jam lebih, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono berdiskusi tentang rencana aksi lima tahun mendatang di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/8). Rencana aksi itu terdiri dari penyusunan kabinet, program 100 hari, dan program lima tahun (2009-2014).
"Sekarang sedang disiapkan terus untuk semua itu. Tentu pertemuan kemarin belum selesai semua," ujar Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/8).
Andi tidak menjawab saat ditanya, apakah akan ada perombakan, perampingan, dan perbaikan kinerja anggota kabinet. "Semua Presiden terpilih yang tahu," ujarnya.
Dalam pidato penerimaan di Jakarta International Expo, Kemayoran, SBY mengemukakan akan memakai waktu dua bulan untuk membuat rencana aksi berisi pembentukan kabinet, program 100 hari, dan program lima tahun ke depan.
Untuk penyusunan kabinet, SBY mengemukakan akan memilih yang profesional dan karenanya bisa berasal dari kalangan partai atau nonpartai koalisi. SBY-Boediono didukung 24 partai koalisi. Partai nonkoalisi yang dibuka jalannya untuk bergabung adalah Partai Golkar, PDI-P, dan Gerindra.