Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 04:24 WIB
Aing dan Udin Sempat Indoktrinasi Pemuda Sekitar
M.Latief | Kamis, 20 Agustus 2009 | 15:07 WIB
|
Share:
AFP/BAY ISMOYO
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarno (kanan) menunjukkan empat buron teroris (dari kiri ke kanan) Ario Sudarso, Mohamad Syahrir, Bagus Budi Pranoto dan Syaifudin Zuhri.
Foto:

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi, Mohammad Syahrir alias Aing dan Syaifudin Zuhri alias Udin, ternyata sempat melakukan indoktrinasi terhadap pemuda di sekitar tempat tinggal mereka.

"Secara langsung memang tidak. Hanya saja, begitu berbincang soal agama, biasanya dia pelan-pelan menyusupi doktrin-doktrin soal tauhid, mulai dari situ saya enggan lagi mendebatnya," ujar Ai (37), pria yang pernah bertetangga dan berkawan dengan dua DPO itu, Rabu (19/8) malam, kepada Kompas.com.

Memang, Ai mengakui, ada beberapa warga yang sempat ikut Aing dan Udin ke "pengajian khusus" yang hanya melibatkan orang-orang tertentu. Namun, kata dia, tidak semua yang ikut itu terlibat terlalu dalam. Ai menyebutkan, dua tetangganya yang tinggal berbeda gang atau jalan di wilayah itu ada yang ikut menjadi anggota pengajian dan sampai sekarang tidak tahu rimbanya.

Waktu itu, tutur Ai, sekitar tahun 1988 atau 1989, kedua warga yang bernama En dan Iw itu terlihat sangat dekat dengan Aing dan Udin. Kala itu, En dan Iw masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi kejuruan di bilangan Jakarta Timur.

"Pakaian mereka sama, baju koko dan celana ngatung. Kalau pergi ya hanya dengan mereka-mereka saja." ujar Ai.

Selain itu, ujarnya, siapa pun yang bersedia menjadi anggota pengajian biasanya akan diajak oleh Aing dan Udin ke kawasan Cisarua, Puncak, Bogor. Di situlah, kata Ai, Aing dan Udin biasanya "meresmikan" keanggotaan baru jemaahnya.

"Sepulang dari Yaman, Udin mulai suka mengobati orang dengan bekam. Itu dia lakukan sambil menjual madu atau obat-obatan lain yang dibawanya sambil mengobati orang," ujar Ai.

Belakangan, kata Ai, seorang warga bernama My alias Yo juga menjadi anggota pengajian khusus tersebut. Yo inilah yang terakhir masih suka didatangi oleh Udin. Bahkan, kedatangan Udin ke rumah Yo terbilang sangat dekat dengan kejadian peledakan bom di JW Marriott-Ritz Carlton pada 17 Juli 2009.