Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 04:46 WIB
Perubahan Itu Memang Terlihat Jelas
M.Latief | Kamis, 20 Agustus 2009 | 09:08 WIB
|
Share:
Persda Network/FX Ismanto
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna, Rabu (19/8) di Mabes Polri, memperlihatkan wajah Syaifudin Zuhri alias Ustadz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi saat mengumumkan empat nama dan wajah DPO yang diduga terlibat aksi terorisme peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton. Kempat nama dan wajah yang diumumkan yaitu Ario Sudarso alias Suparjo Dwi Anggoro alias Aji alias Mistam Husamudin, Mohamad Syahrir alias Aing, Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Syaifudin Zuhri alias Ustadz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh.
Foto:

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ai (37) masih ingat betul, betapa dirinya dan anak-anak Djaelani begitu akrab bergaul. Dengan Sabil Kurniawan atau Abing, misalnya, yang usianya hanya terpaut setahun lebih tua darinya atau dengan Muhammad Syahrir alias Aing atau Syaifudin Zuhri alias Udin.

"Biasa saja. Saya biasa main ke rumahnya atau sebaliknya. Cuma memang, yang paling menonjol penampilannya pada waktu itu adalah Aing dan Udin," ujar Ai mengenang masa-masa ketika duduk di bangku SMP.

"Pakai baju koko, celananya juga ngatung. Kalau main voli biasanya pakai celana training, tetapi adik-adik perempuannya tidak ada yang memakai cadar, pakai jilbab biasa saja," katanya.

Ai mengakui, bergaul dengan anak-anak Djaelani itu seperti tidak berbatas apa pun, termasuk soal fanatisme keagamaan. Bahkan, dengan kakak tertuanya, Dermo Prihatno atau yang akrab disapa Monos itu, Ai mengaku sangat senang lantaran perangainya yang kocak.

"Beda dengan Aing, ngomong-nya ketus soal apa saja, termasuk kalau menegur orang sehingga kalau yang tidak biasa bisa punya pikiran lain," tutur Ai.

Namun, tutur Ai, sikap, perilaku, dan pergaulan anak-anak Djaelani itu mulai berubah tatkala mulai ikut sebuah pengajian dengan sebuah komunitas yang tidak dikenalnya. Drastis, bahkan sangat terkesan menarik diri dari pergaulan. Hanya Dermo yang tetap tidak berubah.

"Dengan Aing mulai jarang teguran, dengan Udin juga begitu. Hanya saja, Aing bisa dibilang paling ekstrim perubahannya. Terus terang, waktu itu saya paling tidak mau berbincang frontal dengannya kalau soal agama, dia sangat keras, pakai celana pendek pun suka ditegur," katanya.