JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai partai politik dengan perolehan suara kedua terbanyak pada pemilu legislatif lalu, Partai Golkar berhak atas kursi Wakil Ketua DPR periode 2009-2014. Sekjen Golkar Sumarsono mengatakan, partainya kini tengah menggodok kriteria untuk wakil ketua parlemen itu dan akan menetapkan nama terpilih pada pertengahan September.
Sejumlah kriteria yang ditetapkan antara lain berpengalaman di DPR, memiliki integritas, kredibilitas, dan akseptabilitas, serta berkualitas. Berpengalaman, seperti diungkapkan Sumarsono, minimal pernah menjabat sebagai anggota dewan selama satu periode. Pernah menjabat di fraksi atau komisi menjadi salah satu nilai plus. "Kriteria sesuai dengan aturan kami edarkan ke DPD II. Insya Allah nanti calon pimpinan DPR pertengahan puasa," tutur Sumarsono seusai mengikuti rapat pleno pengurus harian DPP Golkar, Rabu (19/8).
Menurut Sumarsono, mekanisme dimulai dengan keberanian kader untuk mendaftar. Seperti ditambahkan Ketua DPP Bidang Kesra Firman Subagyo seusai pendaftaran, nama-nama calon akan digodok untuk menentukan siapa yang memenuhi persyaratan dan siap dipilih dalam rapat DPP melalui mekanisme voting.
Saat ini, ada lima nama yang santer dikabarkan siap untuk menjadi calon Wakil Ketua DPR, yaitu Burhanuddin Napitupulu, Erlangga Hartarto, Agus Gumiwang, Rully Chaerul Azwar, dan Priyo Budi Santoso.

