Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:36 WIB
Keluarga Syahrir Ikut Pengajian "Khusus"
Rita Ayuningtyas | Rabu, 19 Agustus 2009 | 18:02 WIB
|
Share:

Rosdianah Dewi
Mohamad Syahrir alias Aing, pria kelahiran Jakarta 25 Juli 1968 ini bersuku bangsa Sunda. Mohammad Syahrir mempunyai ciri fisik tinggi badan 165 cm, bentuk kepala bulat, warna mata hitam, bentuk alis tipis, bentuk bibir tipis. Pria tersebut tidak mempunyai ciri khusus. Mohamad Syahrir memiliki paspor dengan no. A. 167383, nomor paspor tersebut masih berlaku. Pria tersebut memiliki dua alamat terakhir di Komplek Garuda Blok C1 No. 6 Rt. 06/16 Kp. Melayu Teluk Naga, Tangerang Banten. Alamat ke dua di Jl. Giring-giring II/04. Rt. 09/10 Sukmajaya. Depok Jakarta, Barat.

TERKAIT:

TANGERANG, KOMPAS.com — Di lingkungan tempat tinggalnya, keluarga Mohammad Syahrir dikenal sebagai keluarga religius. Mereka tergabung dalam komunitas pengajian "khusus" di Kompleks Garuda, Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang, Banten.

Komunitas pengajian itu tertutup untuk warga lain. "Istrinya ikut pengajian yang wanitanya harus memakai jilbab besar, baju gamis panjang dan besar. Kalau tidak, tidak bisa ikut. Pak Syahrir-nya juga pakaiannya gamis gitu," ujar tetangga Syahrir yang lain, Sandy, yang ditemui di rumahnya, Rabu (19/8).

Menurut dia, pengajian itu hanya tertutup untuk kelompok tersebut. Jika pun ada pengajian keliling, pengajian hanya dilakukan di rumah anggotanya.

Syahrir adalah satu dari empat buron yang dicari polisi terkait kasus terorisme. Syahrir merupakan pelatih menembak jitu di Poso dan juga disebut sebagai pencari rumah singgah bagi Noordin M Top.

Pria kelahiran Jakarta, 25 Juli 1968, itu tidak memiliki ciri fisik khusus. Polisi hanya mendeskripsikan tinggi badannya sekitar 165 sentimeter, bentuk kepala bulat, warna mata hitam.