TANGERANG, KOMPAS.com — Kakak ipar Ibrohim, Mohammad Syahrir, yang turut menjadi buron terkait kasus pengeboman dua hotel berbintang lima di Mega Kuningan, Rabu (17/7 ) lalu, sudah meninggalkan rumah beralamat Kompleks Garuda Blok C1 No 6A RT 06 RW 16, Kampung Melayu, Teluk Naga, Tangerang, Banten, sejak 2004.
Tetangga Syahrir di kompleks itu, Suprihatiningsih (50), mengatakan, Syahrir memang sering berpindah rumah. Meski demikian, Syahrir beserta istri dan keenam anaknya telah lama tinggal di kompleks tersebut.
"Sering pindah-pindah rumah memang. Tapi ya di kompleks ini. Dia pindah keluar kompleks itu sejak 2004 sampai sekarang," ujarnya kepada Kompas.com dan Persda, di kediamannya yang berada tepat di samping rumah nomor 6A itu, Rabu (19/8).
Menurut dia, salah satu alasan Syahrir tinggal di kompleks itu karena pria bertahi lalat di pipi tersebut sempat bekerja di Garuda Indonesia.
Syahrir menjadi satu dari empat buron yang dicari kepolisian terkait kasus teroris ini. Syahrir merupakan pelatih snipper di Poso dan juga disebut sebagai pencari safe house. Pria kelahiran Jakarta, 25 Juli 1968, itu tidak memiliki ciri fisik khusus. Polisi hanya mendeskripsikan tinggi badannya sekitar 165 sentimeter, bentuk kepala bulat, dan warna mata hitam.

