Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:26 WIB
Daging Sapi di Bandung Tembus Rp 65.000 per kilogram
Gregorius Magnus Finesso | Senin, 17 Agustus 2009 | 17:54 WIB
|
Share:

KOMPAS/Ilham Khoiri

BANDUNG, KOMPAS.com - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung yang terus merambat naik sejak dua pekan terakhir, telah menembus Rp 65.000 per kilogram. Jika tidak segera diantisipasi, harga daging sapi dikhawatirkan terus melonjak dan tidak terjangkau masyarakat saat permintaan meningkat pada Lebaran mendatang.

 

Ketua Asosiasi Pengusaha Daging Sapi (Apdasi) Jawa Barat, Dadang Iskandar, Senin (17/8) di Bandung mengakui, kenaikan harga daging sapi menjelang bulan puasa tahun ini cukup tinggi. Sebelum masuk bulan puasa, biasanya harga naik hanya berkisar Rp 1.000-Rp 2.000 per kg saja. "Namun, pada tahun ini, kenaikan ternyata mencapai Rp 5.000 per kilogram," katanya.

 

Dadang mengatakan, bukan pedagang pasar yang menaikkan harga. Menurut dia, harga daging dari rumah pemotongan hewan sejak dua pekan terakhir memang sudah naik. Selain karena jumlah sapi yang dipotong semakin sedikit, dia juga menduga, pengaruh spekulan yang memanfaatkan situasi guna mendapatkan keuntungan besar.

 

Selama ini, Jabar selalu dihadapkan pada kendala kekurangan stok sapi lokal, yang belum bisa diatasi. Sebagian besar stok daging sapi di pasar Bandung merupakan pasokan produk impor dan sapi dari Jatim yang dipotong di sejumlah RPH di Bandung.

 

Menurut Dadang, pasar daging sapi lokal Jabar hanya mengandalkan pasokan dari Tasikmalaya dan Ciamis. Adapun pasokan dari Sumedang dan daerah lain semakin sulit diandalkan.

 

Menurut Rohanda (54), pedagang daging sapi di Pasar Cihaurgeulis, harga daging sapi rata-rata telah mencapai Rp 60.000-Rp 65.000 per kilogram. Padahal, awal Juli lalu harganya masih Rp 55.000-Rp 60.000 per kg tergantung kualitas dan bagian daging.

 

Usep (32), pedagang daging sapi Pasar Kosambi, mengakui, harga daging memang sudah naik dari rumah potong hewan (RPH). Oleh karena itu, para pedagang terpaksa menaikkan harga karena permintaan juga sudah sedikit meningkat.

 

Usep mengaku menjual daging berkisar Rp 60.000-Rp 63.000 per kg. Dari pengalamannya, harga akan semakin melonjak mendekati Lebaran. Kenaikan harga bahkan bisa mencapai Rp 10.000 per kg.