Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 05:26 WIB
Muhjahri Belum Bisa Masuk Rumah
IGN sawabi | Sabtu, 15 Agustus 2009 | 14:45 WIB
|
Share:

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Di rumah Muhjahri inilah, Ibrohim yang sempat diduga Noordin M Top sembunyi.

TERKAIT:

TEMANGGUNG, KOMPAS.com — Muhjahri yang sempat diamankan aparat di Markas Besar (Mabes) Polri terkait penangkapan teroris yang bersembunyi di rumahnya di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jateng, tiba di kampung halamannya itu pada Sabtu (15/8).
     
"Diantar oleh petugas dari Mabes Polri," katanya di Temanggung, Sabtu.
     
Muhjahri diamankan petugas bersama dengan penyergapan oleh anggota Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri terhadap tersangka teroris, Ibrohim, di rumah yang dijadikan tempat persembunyian pada Jumat (7/8).
     
Ia mengaku belum bisa kembali ke rumahnya karena masih porak poranda dan diberi garis polisi sebagai akibat penyergapan terhadap Ibrohim itu. Kini, suami dari Endang Istianingsih itu untuk sementara waktu tinggal di rumah adiknya, Darsinah, di Dusun Siwur, Desa Karangrejo, Kecamatan Kedu, Temanggung.
     
Dia diantar pulang ke Temanggung oleh petugas Polri dari Jakarta, Jumat (14/8) sekitar pukul 19.30 dengan menumpang pesawat terbang yang tiba di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, sekitar pukul 20.15. "Sebenarnya ingin langsung pulang ke Kedu, tetapi kemalaman, maka bermalam di Yogyakarta," katanya.
     
Ia mengatakan, setelah menjalani shalat subuh di Yogyakarta pada Sabtu (15/8), dirinya berangkat dari kota itu menuju Temanggung dengan diantar petugas. Sebelum tiba di Dusun Siwur, rumah adiknya itu sekitar pukul 07.30, dia melapor terlebih dahulu ke Markas Polsek Kedu.
     
Ia mengaku mendapatkan perlakuan yang baik dari petugas selama diamankan di Mabes Polri di Jakarta, antara lain mendapat makan an, minuman, dan tempat tidur yang pantas. Selama di Mabes Polri, katanya, dirinya ditanya petugas terutama menyangkut tamu (Ibrohim) yang bermalam di rumahnya.
     
"Waktu saya di Mabes Polri memang ditanya tentang tamu itu, tetapi saya tidak tahu. Kalau saya tahu maka saya bilang tahu," katanya.
     
Ia mengatakan, dirinya sebagai orang yang berbudaya Timur harus menghormati tamu. Muhjahri ketika diwawancara wartawan terkesan enggan bercerita panjang lebar tentang keadaannya selama diamankan kepolisian sebagai akibat peristiwa penangkapan Ibrohim di rumahnya itu. Ibrohim tewas dalam penangkapan itu.
     
Polisi telah menyatakan bahwa Muhjahri tidak terbukti secara sengaja menyembunyikan Ibrohim di rumahnya. Kepolisian juga telah menyatakan akan membantu memperbaiki rumah Muhjahri yang rusak akibat penangkapan terhadap anggota jaringan teroris itu.

Sumber :
ANT